Tidak Mudik Bukan Karena Tak Rindu

JAKARTA—Akun resmi Twitter @jokowi mengeluarkan komik bertema imbauan untuk tidak mudik di tengah pandemi Covid-19. Komik itu bertema tidak mudik bukan karena tidak rindu.

Pemerintah mengimbau masya­ra­kat tahun ini tidak mudik ke kam­­pung halaman. Komik tersebut disertai cuitan Presiden
”Tak mudik bukan karena tak rindu. Tapi karena sayang pada ayah dan ibu,” cuit Presiden Jo­­kowi lewat akun Twitter-nya @jokowi, Sabtu (18/4).
Dalam komik tersebut digam­bar­kan ada seorang pemuda di Jakarta yang berencana mudik ke kampung halamannya. Namun, saat berkemas, dia melihat siaran di televisi bahwa pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak mudik karena berpotensi menularkan virus corona.
Si pemuda ini pun membatalkan niatnya mudik meski sedih.
Dia kemudian menelepon ibunya mengabarkan Lebaran tahun ini tidak mudik karena mengikuti imbauan pemerintah untuk memutus mata rantai penularan virus corona.
”Tak harus bertemu secara fisik untuk menunjukkan rasa sayang. Tapi menahan rindu dengan tidak mudik adalah sebentuk rasa sayang untuk melindungi orang-orang tersayang dari wabah ini,” demikian penutup di bagian akhir komik tersebut.
Sembuh Naik
Hingga Sabtu sore, pemerintah terus memperbarui perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Penyebaran masih terus terjadi dengan total kasus positif sebanyak 6.248.
”Kalau kita rinci, data ini sebagai berikut, sampai dengan hari ini ada 325 kasus baru, sehingga total jadi 6.248 orang, ada 24 kasus sembuh sehingga total menjadi 631, dan ada 15 pasien sembuh totalnya jadi 535,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi persnya.
Yuri mengatakan sampai sejauh ini sudah ada 45.000 spesimen yang diperiksa terkait virus corona. Hasilnya, penyebaran Covid-19 masih terus terjadi.
Dalam jumpa pers, Sabtu so­re itu Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate juga melaporkan mengenai hoaks yang masih beredar di masyarakat. Hingga Sabtu ada 554 hoaks yang ter­sebar di tengah pandemi virus corona. Hoax itu tersebar di 1.209 platform digital, seperti Facebook, Instagram, Twitter, YouTube.
”Yang telah ditindaklanjuti atau di-takedown sebanyak 893, terdiri dari 681 Facebook, empat Instagram, 204 di Twitter, dan empat di YouTube. Sedangkan yang akan ditindaklanjuti atau belum ditindaklanjuti sebanyak 316, terdiri dari Facebook 162, Instagram 6, Twitter 146, dan YouTube 2,” ujar Johnny.
Johnny meminta masyarakat senantiasa menggunakan kecerdasan ketika menggunakan smartphone. (detik)

redaksi@koransolo.co