PASOEPATI KALSEL Mendadak Jadi Penjahit Masker

Sepekan terakhir markas Pasoepati Kalimantan Selatan (Kalsel) di Kota Banjarbaru tak ubahnya usaha konfeksi. Dari pagi hingga tengah malam, belasan anggota Pasoepati bergantian mengoperasikan mesin jahit di basecamp suporter yang notabene rumah Ketua Pasoepati Kalsel, Aryo Paskas. Ada pula yang mengukur dan memotong kain dengan teliti di halaman markas.
Kegiatan membuat masker kain menjadi aktivitas baru anggota Pasoepati Kalsel di tengah pandemi Covid-19. Mereka meluangkan waktu dari pekerjaannya sehari-hari sebagai pegawai, pedagang hingga driver ojek online (ojol). Meski tidak memiliki latar belakang penjahit, mereka ikut nimbrung dengan belajar secara otodidak.
“Kebetulan ketua kami, Aryo Paskas, punya usaha permak jins. Jadi kami bisa sedikit-sedikit belajar menjahit,” ujar anggota Pasoepati Kalsel, Wahyu Kurniawan, saat dihubungi Espos, Sabtu (18/4).
Yang menarik, kesibukan baru ini tidak mereka jadikan ladang penghasilan tambahan. Pasoepati Kalsel berikhtiar membagikan masker secara gratis bagi warga yang membutuhkan. Setiap hari ada sekitar 100 masker kain yang mampu mereka buat dengan modal solidaritas dan semangat. Total ada 600 masker yang telah dibikin Pasoepati Kalsel sepekan ini. “Kami patungan untuk membeli bahan kain 30 meter. Saking asyiknya bikin masker, kadang kami lupa dengan kerjaan kami sendiri. Bahkan sering pukul 00.00 WIB baru pulang,” ujar Wahyu yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojol.
Keinginan memberikan masker gratis terpantik dari niat Pasoepati Kalsel yang ingin merayakan ulang-tahun (ultah) ketiga mereka dengan bermakna. Wahyu mengatakan duit perayaan ultah yang jatuh 12 Mei ikut dialokasikan untuk pembuatan masker. “Daripada untuk kumpul-kumpul enggak bermanfaat, lebih baik saling berbagi. Apalagi kondisi kita masih seperti ini [pandemi Covid-19],” ujar Jabrik, sapaan akrabnya.
Ratusan masker bikinan Pasoepati Kalsel rencananya diberikan pada para pedagang pasar di Banjarbaru dan sekitarnya pada Minggu (19/4). Selama ini, bakul pasar dinilai masih luput dari pembagian masker gratis. Padahal mereka juga kelompok rentan karena masih harus bekerja di lapangan saat pandemi.
“Rata-rata bantuan masih menyasar di jalan umum. Jadi kami bikin untuk para pedagang pasar, semoga bermanfaat,” ujar Wahyu. (JIBI)

Chrisna Chanis Cara