Koleksi Vanillahijab. Tetap menawan sepanjang Ramadan

Menjalani ibadah puasa di masa wabah Covid-19 tentu saja bakal jadi hal baru yang cukup berat bagi seluruh umat Islam. Masih di masa physical distancing, orang-orang tak bisa wira-wiri berkegiatan seperti biasanya. Agenda buka bersama dan beberapa acara kumpul sahabat dan keluarga pun ditiadakan.
Mungkin kemudian tak ba­nyak orang yang terlalu peduli dengan urusan fesyen. Agenda #DiRumahAja dilakoni dengan kostum sekenanya. Namun, be­berapa jenama busana muslim Indonesia tetap merilis koleksi Ramadan dan Lebaran. Mereka berharap para perempuan Indone­sia tetap tabah menghadapi wabah, sekaligus tetap tampil menawan sepanjang Ramadan.
Desainer busana muslim Ria Miranda salah satunya. Beberapa hari lalu dia merilis koleksi anyar dengan nama Nagari. Ba­ju bernapaskan etnik Padang.
Ria dalam rilisnya menuliskan Nagari merupakan karya ekspre­sif yang menggambarkan kondisi saat ini. Membahas tentang physical distancing yang membuat semua orang harus berjauhan. Tentang rasa rindu anak perantau yang harus menahan ingin pulang kampung halaman karena pan­demi.
Koleksi bernama Anai Top mi­salnya. Terinspirasi dari lembah Anai di Sumatra Barat. Lokasi tersebut merupakan tempat pik­nik favorit Ria. Ria membagi Nagari dalam dua kategori. Pertama adalah hijab, mukena, dan bros, yang sudah dirilis awal pekan ini. Selanjutnya adalah koleksi pakaian yang dirilis Rabu (22/4). Semuanya memiliki tekstur berupa logogram Ria Miranda, berbahan dobby voal, dan tersedia dalam sepuluh basic warna favorit.
Brand selanjutnya yang juga merilis kostum Ramadan adalah Vanilla Hijab. Rumah mode khusus busana muslim yang hanya menjual via online shop ini merilis beberapa item dengan dominasi warna pastel. Tone ini menyimbolkan kelembutan dan kehangatan seorang muslimah.
Vanilla hijab membaginya dalam beberapa style dan signature. Koleksi pertama adalah gamis kombinasi satin motif abstrak dan warna polos dengan warna merah muda dan violet. Selanjutnya, mereka memperkenalkan gamis berbahan tile dan brokat yang dipercantik dengan hiasan payet di bagian dada. Dibanderol dengan harga sekitar Rp400.000, koleksi Ramadan dan hari raya ini diburu banyak orang. Menurut keterangan mereka, banyak yang memesan meski baru dirilis beberapa hari
Sementara, bagi muslimah an­timainstream yang suka de­ngan gaya santai bisa memilih karya Kamiidea yang berwarna cerah dengan motif bunga segar. Menggandeng Et Cetera dan Za­lora, mereka merilis dua koleksi berjudul Arezu dan Aashi.
Aashi yang digarapnya dengan Zalora terinspirasi dari vas kuno kekayaan Norbumu atau Tibet yang dimiliki oleh keluarga Tibet. Menggunakan motif songket dan floral dengan kombinasi warna maroon serta cokelat. Aashi yang dalam bahasa Tibet berarti senyum indah tidak hanya terinspirasi dari Norbum, tetapi ju­ga apresiasi budaya sopan di sana. Orang-orang Tibet menggunakan bahasa yang sangat sopan saat berbicara dengan para warga lansia, orang dengan status sosial yang lebih tinggi atau bahkan orang yang seusia.
Selanjutnya, bersama Et Cetera mereka merilis Arezu yang berarti hasrat dalam bahasa Turki.Ika Yuniati
redaksi@koransolo.co