Ramadhan Berbeda ditengah covid 19

Aqila Cikal Ariyanto
redaksi@koransolo.co

ai Sobat Gaul! Bagaimana kabarnya? Sehat- sehat selalu ya! Suasana Rama­dan tahun ini sedikit berbeda akibat pandemi Covid-19. Banyak tempat ibadah yang ditutup guna mengurangi persebaran virus corona.
Masyarakat diimbau tidak Salat Tarawih bersama di masjid, ziarah kubur, bahkan mudik ke kampung halaman. Aturan ini dilakukan untuk memutus rantai persebaran Covid-19. Momen atau tradisi di bulan Ramadan seperti buka puasa bersama (bukber), ngabuburit dan Sahur On The Road harus ditiadakan.
“Ramadan tahun ini berbeda diban­dingkan tahun-tahun sebelumnya, biasa tarawih bersama di masjid sekarang hanya bisa tarawih di rumah. Selain itu, tidak bisa buka bersama dan ngabuburit di luar dengan teman-teman. Banyak melakukan kegiatan di dalam rumah, tidak seperti biasanya,” ungkap Allya Inova Alisya Putri atau Allya, siswi kelas X IPS SMAN 4 Solo, kepada Wasis, Selasa (28/4).
Hal serupa juga dirasakan Muhammad Naufal Akhnaffarrel atau Farrel, siswa kelas X MIPA SMAN 7 Solo, “Rasanya berbeda, dulu tarawih tidak dibatasi sekarang dibatasi bahkan ada masjid yang tidak mengadakan tarawih. Tidak bisa melakukan hal-hal yang biasa dilakukan saat bulan Ramadan seperti, ngabuburit, Sahur On The Road dan tadarus di masjid, rasanya seperti ada yang kurang pada Ramadan tahun ini.”
Tapi mau bagaimana lagi ya Sobat, memang kondisinya sedang seperti ini. Sebagai pelajar kita bisa membantu menyukseskan progam pemerintah seperti social distancing dan Stay at Home, juga taat pada aturan untuk mengurangi persebaran virus corona. Semoga Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan pasien Covid-19 tidak bertambah banyak, pemerintah segera menemukan obatnya, dan pasien yang terinfeksi Covid-19 dapat segera sembuh total.