Sirat Keteduhan damalm garis biru

Ika Yuniati
redaksi@koransolo.co

andemi coronavirus (Co­vid-19) yang tak kunjung usai menim­bul­kan kegelisahan bagi seba­gian orang. Di tengah kondisi yang tak menentu seperti ini di­perlukan narasi menenangkan yang di­harapkan bisa membawa keteduhan. Kita se­mua harus berdamai dengan kea­daan, sembari berdoa agar bumi segera pu­lih. Lalu manusia kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Selaras dengan pilihan Pantone yang men­jadikan biru dengan nomor kode 19-4052 sebagai warna wajib tahun ini, desainer Solo Joko SSP juga merilis koleksi bernuansa biru dengan judul Fall in Blue. Seperti yang pernah Pantone tuliskan, biru menyiratkan keteduhkan, sederhana, namun tetap elegan dan tak lekang oleh zaman.
Layaknya doa, Fall in Blue dengan tagline haru biru seru ini mengandung mantra kebaikan yang ditujukan untuk semesta. Joko saat berbincang dengan Espos pekan lalu mengharapkan energi keteduhan war­na tersebut juga bisa terpancar dari si pe­makai ataupun mereka yang melihat. Tak hanya menonjolkan keindahan busana, ta­pi juga memberikan aura ketenangan bagi yang memandangnya.
Joko memilih bahan kain sifon bermotif shibori yang dipadukan dengan batik motif campuran. Kombinasi kedua material tersebut dipilih karena nyaman dikenakan. Hal itu bisa mendukung mobilitas para fashionista meski tahun ini tak sibuk se­perti Ramadan biasanya.
Untuk motif batik, ia memilih parang cinde dan keramik piring dengan nuansa putih biru. Di beberapa koleksi, ia juga membubuhi gambar wayang agar tak kehilangan identitas kejawaannya. Corak parang cinde menurut Joko adalah simbol keharmonisan busana kebesaran raja yaitu dodot cinde. Dalam dunia pewayangan dua unsur tersebut menjadi motif andalan yang wajib digunakan. “Keharmonisan antara parang dengan cinde sebagai bu­sana kebesaran raja. Dodot cinde adalah baju bagian dalam, dan parang adalah sebagai baju luarnya. Dalam pewayangan juga dua unsur motif tersebut selalu di­gunakan,” terang Joko.
Kombinasi motif tersebut terlihat me­nawan dengan ragam potongan untuk perempuan dewasa, remaja, dan anak-anak. Untuk kostum remaja misalnya, ia membuat setelan rok lengkap yang di­bubuhi dengan outer. Konsep serupa juga dibuat untuk busana perempuan dewasa. Sementara untuk anak-anak, ia cukup membuatkan model gamis. Sesuai dengan momen Lebaran, Joko melengkapi koleksi barunya dengan hijab bermotif serupa. Ditambah dengan setelan masker agar konsep pakaiannya terlihat senada.
Tak hanya baju perempuan, Fall in Blue juga dia garap untuk koleksi busana pria. Pilihan koleksi pria lebih sederhana yaitu setelan kemeja dan celana warna biru serta baju koko dengan dominasi warna putih. Item fashion wajib para pria saat masa Ramadan atau Lebaran tersebut juga dipenuhi motif kombinasi shibori, parang cinde dengan piring keramik, serta gambar wayang. Tak lupa, Joko membuatkan masker agar tetap aman meski pemakainya harus beraktivitas di luar.