BANTUAN SOSIAL Memasang ATM Beras Gratis

Vietnam memakai cara yang sangat tegas dalam pendataan kasus, salah satunya dengan membuka identitas orang yang positif Covid-19. Tempat-tempat yang dikunjungi orang tersebut dilacak dan disebutkan nama tempatnya.
Setelah itu tempat yang dikunjungi orang itu ditutup untuk sementara. Ibnu mengatakan meskipun kebijakan itu terkesan agak mencampuri privasi, pemerintah tidak ambil pusing dan tetap tegas melaksanakannya.
Untuk menjaga agar masyarakat tetap tertib berada di dalam rumah, pemerintah juga menyediakan banyak bantuan dengan cara yang inovatif. Contohnya adalah ATM Beras gratis yang tersebar di berbagai sudut kota.
Bagi orang-orang ini yang tiba-tiba tanpa penghasilan, pemerintah mengumpulkan pengusaha dan para dermawan untuk meletakkan beras mereka di dalam sebuah mesin mirip ATM, yaitu tangki air besar.
Beras itu dituangkan ke dalam kantong plastik yang dibawa penduduk dari pukul delapan pagi hingga lima sore. Mereka yang mengantre diharuskan berdiri terpisah satu sama lain. Selain itu harus menggunakan pembersih tangan sebelum menerima beras.
Pemerintah juga bergerak cepat untuk urusan rapid test. Perdana Menteri (PM) Nguyen Xuan Phuc langsung membeli 200.000 alat rapid test Covid-19 dari Korea Selatan. Dilansir dari The Asean Post, pada 31 Maret 2020 tercatat ada 21 fasilitas kesehatan yang diberi wewenang melakukan tes Covid-19. Tak lama kemudian, Vietnam memproduksi sendiri alat tes masal yang dapat memunculkan hasil dalam waktu hanya satu jam saja.
Vietnam bahkan telah bersiap menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19. Pada 6 April lalu, PM Nguyen Xuan Phuc telah meminta persiapan skenario pencegahan hingga 15 April untuk gelombang kedua pandemi.
Setelah mengapresiasi jerih payah tentara, tenaga medis, dan pasukan keamanan publik sebagai pekerja garis depan, PM Nguyen memperingatkan pandemi masih tetap menjadi ancaman yang berbahaya dan dapat pecah lagi kapan saja.
Oleh sebab itu, pemerintah pusat maupun daerah, kementerian, serta lembaga-lembaga harus terus menerapkan protokol pandemi secara lebih ketat. Dilansir dari Vietnam News, PM Nguyen memerintahkan untuk melacak kasus 0 dan kasus-kasus yang terkait dengan Hanoi dan Kota Ho Chi Minh, kemudian meningkatkan pencegahan dan pengendalian di tempat-tempat ibadah, supermarket dan daerah-daerah berisiko tinggi. (Salsabila Annisa Azmi)