Aktivitas Seimbang, Badan pun Sehat

Kebijakan pemerintah dalam upaya me­nanggulangi pe­nyebaran Covid-19 berupa pemberlakuan physical distancing bagi seluruh kalangan, membuat ruang gerak anak muda menjadi terbatas. Hal ini memberi dampak pada perkembangan psikis anak muda.
Di usia produktif, generasi muda sedang dalam masa aktif berkreasi dan berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Meskipun interaksi anak muda di dunia maya cukup mendominasi, interaksi secara langsung tetap menjadi hal yang mereka butuhkan. Pada akhirnya, aktivitas yang mereka lakukan berulang-ulang selama di rumah membuat anak muda merasa bosan dan tidak bersemangat.
Menurut praktisi psikologi, Hening Widyastuti, solusi dari hal tersebut selain dari peran orang tua, sekolah dan masyarakat, adalah munculnya kesadaran diri sendiri berupa inisiatif untuk membuat jadwal aktivitas yang seimbang antara fisik dan pikiran. Jadwal tersebut juga dapat divariasikan dengan berbagai kegiatan pengembangan diri seperti menekuni hobi masing-masing.
“Hal itu dilakukan supaya pikiran menjadi segar, membuat imun tubuh semakin meningkat dan badan menjadi sehat,” jelasnya, Sabtu (2/5).
Berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, menghindari hoaks, dan meningkatkan aktivitas spiritual seperti beribadah, adalah hal yang perlu diterapkan selama masa karantina. “Menjaga hubungan yang lebih baik lagi dengan Sang Pencipta akan membuat hati lebih tenang.” (Faiza Salsabila-Wasis)