Mulai Bosen #Dirumahaja?

Putri Senja
redaksi.minggu@solopos.co.id

alo Sobat Gaul! Apa kabar? Kira-kira sudah lama juga ya kita menjalani keseharian dengan hanya beraktivitas #dirumahaja. Oh ya ngomong-ngomong gerakan #dirumahaja selain membantu mengurangi persebaran virus corona juga membawa banyak pengaruh positif loh! Kita jadi punya banyak waktu untuk melakukan segala aktivitas yang sebelumnya jarang atau bahkan tidak pernah kita lakukan di rumah.
Banyak aktivitas positif yang bisa dilakukan dalam menjalani masa #dirumahaja. “Yang pasti adalah mengerjakan segunung tugas dari sekolah. Biasanya setelah itu saya suka self-reward seperti nonton drama atau film. Oh iya untuk ngilangin rasa bosen, saya mencoba memasak menu-menu yang tren di media so­sial, seperti dalgona, pancake, mentai rice, dan sebagainya. Olahraga juga hal yang tidak boleh dilewatkan, tapi tetap dilakukan di rumah,” ujar Adinda Wahyu, siswi kelas XI SMAN 3 Solo, kepada Wasis, Rabu (6/5).
Hal yang sama juga diutarakan Luthfi Alfianto, siswa kelas XI SMAN 1 Karanganyar saat diwawancarai Wasis, Rabu. ”Kegiatan yang saya lakukan tentunya mengerjakan tugas sekolah, mengikuti kelas online sebagai bentuk pembelajaran jarak jauh agar siswa tetap belajar dalam keadaan pandemi seperti ini di rumah masing-masing. Di sela-sela waktu luang kadang saya gunakan untuk berolahraga untuk tetap menjaga imun tubuh walaupun hanya beraktivitas di rumah. Selain itu saya melakukan kegiatan yang sebelumnya jarang dilakukan yaitu melakukan pekerjaan rumah.”
Dalam menjalani aktivitas keseharian juga tak luput dari hal-hal yang dirasakan membosankan selama menjalani masa ini. ”Awalnya senang merasa bisa istirahat dari penatnya kegiatan belajar di sekolah, tetapi lama-kelamaan rasa bosan datang karena tidak bisa melakukan aktivitas-ak­tivitas seperti biasanya,” tambahnya.
Suka duka juga dirasakan selama menjalani aktivitas yang hanya dilakukan di rumah. ”Rasanya campur aduk, bisa senang dan sedih. Senang karena banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Kalau sedihnya karena kegiatan sekolah yang direncanakan jauh-jauh hari harus dicancel bahkan ditunda. Untuk jiwa-jiwa ekstrovert hanya berdiam diri di rumah terasa begitu membosankan,” ujar Dinda.