Otomotif Perpanjang Libur Produksi

JAKARTA—Sejumlah pabrikan otomotif memperpanjang masa penghentian sementara operasional pabrik.

redaksi@koransolo.co

Suzuki Indonesia, misalnya, penghentian sementara kegiatan operasional pabrik diperpanjang hingga 22 Mei 2020.
Keputusan ini merupakan langkah Suzuki untuk mendukung pemerintah mencegah persebaran Covid-19. President Director PT Suzuki Indomobil Motor/PT Suzuki Indomobil Sales, Seiji Itayama, mengatakan saat ini Suzuki menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Suzuki mematuhi perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari pemerintah.
”Suzuki juga memiliki kebijakan Hygiene Commitment yang berlaku bagi perusahaan dan semua diler. Jadi pedoman keamanan, kesehatan, dan interaksi antarmanusia sangat ketat. Untuk itu, selama dua minggu ke depan kami akan kembali menghentikan sementara semua kegiatan di pabrik,” kata Seiji, dalam keterangan resmi, Sabtu (9/5).
Dia menuturkan pada penghentian sementara kali ini, semua kegiatan di ketiga pabrik Suzuki yang ada di Cakung, Tambun, dan Cikarang seluruhnya berhenti beroperasi, termasuk untuk pengadaan unit ekspor yang pada periode sebelumnya beroperasi selama empat hari untuk memenuhi permintaan di beberapa negara.
Ke depan, Suzuki berharap dapat membuka kembali opersional pabrik dengan normal agar bisa terus berkontribusi secara aktif bagi perekonomian Indonesia. Untuk itu, Suzuki akan melakukan pengkajian bagaimana cara menerapkan protokol keamanan dan keselamatan yang sesuai aturan pemerintah dan Hygiene Commitment Suzuki.
PT Honda Prospect Motor (HPM) juga secara resmi memperpanjang masa penutupan pabrik di Karawang, Jawa Barat, hingga akhir Mei 2020.
Bussines Innovation & Sales Marketing Director HPM, Yusak Billy, mengatakan perpanjangan penutupan sementara pabrik bertujuan menjaga level stok di kondisi sehat. “Kami memutuskan untuk mengehentikan sementara lagi [operasi pabrik] hingga akhir Mei, supaya menjamin kondisi stok level itu sehat di setiap dealer agar suplai tidak berlebihan karena kami tahu pasarnya turun jauh,” kata Billy.
Adapun, kinerja pabrikan ke diler dari HPM pada April 2020 turun 90% secara tahunan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), wholesales HPM pada April tahun lalu mencapai 11.631 unit. Honda memulai penutupan kegiatan pabriknya pertama kali pada 13 April hingga 24 April. Kebijakan itu kemudian diperpanjang kembali oleh HPM sampai dengan 8 Mei.
Billy juga menyatakan keputusan untuk memperpanjang masa penangguhan berlandaskan pada kondisi pasar yang sangat menurun, diikuti penurunan pasokan komponen secara global sehingga HPM harus menyesuaikan tingkat produksi mereka.
Dia menyebutkan realisasi penjualan dari dealer ke konsumen pada April 2020 mencapai 1.855 unit atau terkoreksi 82% dibandingkan kinerja April 2019 yang mencatatakan penjualan 10.260 unit. Kondisi ini pun diakui Billy menjadi tantangan bagi semua pelaku industri otomotif.
Saat ini, produksi HPM dilakukan di pabrik yang terletak di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas mencapai 200.000 unit per tahun. Di pabrik inilah model Honda Brio, Mobilio, BR-V, HR-V, CR-V, dan Honda Jazz dibuat.
Penghentian Sementara
PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) melakukan penghentian sementara kegiatan produksi kendaraan di pabriknya yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. Penghentian produksi itu terhitung sejak 8 Mei 2020 hingga 5 Juni 2020.
“Kami ingin bisa melalui kondisi sulit saat ini bersama–sama dengan semua pemangku kepentingan. Kami akan terus mendukung program pemerintah dan berkontribusi untuk percepatan pemulihan kondisi perekonomian nasional,” ujar Presiden Direktur HMMI, Masahiro Aso.
Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2020 sebesar 2,97%. Capaian itu, turun cukup dalam jauh turun bila dibandingkan dengan pertumbuhan perekonomian di sepanjang 2019 yang masih di atas 5%.
Melambatnya pertumbuhan ekonomi karena pandemi Covid-19 juga berdampak juga pada pasar kendaraan niaga di Indonesia. Kendaraan niaga merupakan salah satu segmen yang sangat terkait dengan pertumbuhan ekonomi dan aktivitas ekonomi.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan ritel truk sepanjang tiga bulan pertama sebanyak 16.867 unit, turun 28% dibandingkan periode yang sama 2019. Sepanjang tiga bulan pertama 2019, total pengiriman truk ke konsumen tercatat sebanyak 23.574 unit.
Berdasarkan data Gaikindo, produksi kendaraan di pabrik Hino di Karawang, Jawa Barat, sepanjang kuartal pertama 2020 turun 19% menjadi hanya 8.387 unit. Adapun penjualan ritel anjlok 43% menjadi hanya 4.637 unit.
Kendati menghentikan sementara aktivitas produksi, HMMI memastikan dapat tetap memenuhi permintaan dari konsumen. Pasalnya, HMMI telah melakukan produksi sesuai dengan tingkat kebutuhan dan prioritas tipe produk yang banyak diminta oleh konsumen. (JIBI/Bisnis.com)