Kesehatan Jadi Unsur Penting

Tren desain interior terus berubah seiring zaman. Dari konsep minimalis ke modern hingga eklektik (kombinasi unsur historis sebagai elemen dasar untuk menciptakan sesuatu yang baru dengan mengutamakan kebebasan ekspresi), setiap orang memiliki pandangan sendiri tentang tren desain.
Beberapa ahli desainer interior dan furnitur menekankan bahwa ketika berbicara soal desain dalam satu dekade ke depan, individualitas akan menjadi poin yang penting. Apalagi dengan pandemi yang melanda saat ini membuat orang lebih lama tinggal di rumah, sehingga detail yang sebelumnya mungkin tidak terlihat, akan menjadi lebih diperhatikan.
Hal yang sama juga akan memengaruhi tren desain untuk gedung-gedung apartemen dan perkantoran di mana fungsionalitas/kesatuan ruang dan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) akan dilakukan dengan lebih serius.
Menurut desainer interior Mita Lukardi, hunian dengan penataan interior yang mengutamakan fungsionalitas dan bentuk yang kompak menjadi tren desain untuk hunian tahun ini.
Keterbatasan ruang menumbuhkan kebutuhan penataan yang optimal, di sisi lain gaya hidup minimal serta selera individu yang masih akan menjadi acuan setidaknya untuk beberapa tahun mendatang.
“Bagi saya pribadi konsep apapun akan tepat apabila sesuai dengan kepribadian dan image dari user maupun brand tersebut,” tutur Mita yang merupakan pendiri M Design Consultant.
Dia menambahkan, sebuah gaya atau konsep bisa berubah dan menjadi membosankan. Tetapi jika penataan ruang dilakukan sesuai dengan kepribadian penghuni, nilainya akan bertahan lebih lama meskipun zaman dari gaya tersebut telah bergeser.
Mita sendiri menaruh hati pada jenis-jenis konsep penataan ruang seperti post-modern dan eklektik yang mencampurkan beberapa warna dan gaya sehingga tidak terlihat monoton dan lebih hidup.
Tren gaya modern minimalis seperti konsep Skandinavian dengan gaya sederhana dan banyak mengambil insipirasi dari alam, juga akan tetap banyak dijadikan referensi permintaan pasar.
Pilihan warna-warna terang dan warna tanah datang sepaket dengan penggunaan material seperti kayu, keramik dan bebatuan.
Menurut Mita, ada banyak material yang tersedia dan dapat dijadikan pilihan bersamaan dengan makin majunya teknologi. “Kita hanya butuh kepekaan tentang bagaimana material tersebut dapat dimplementasikan dengan baik,” tambahnya.
Kenyamanan tata ruang serta furnitur yang melengkapinya akan menjadi fokus penataan interior, setidaknya untuk tahun ini ketika ada lebih banyak orang yang tinggal di rumah.
Tren bagi ruang kerja dan perkantoran juga akan mengalami perubahan yang dinamis mengacu pada kebutuhan. Dengan adanya wabah Covid-19, kesadaran akan menjaga jarak aman akan memengaruhi tren penataan ruang dengan mengedepankan unsur kesehatan.
Mita menuturkan bahwa dengan adanya kesadaran ini, kecenderungan dari perilaku akan bergeser. Bagi penggunaan individual, area kerja dalam satu ruang pribadi akan lebih tepat. Namun untuk konsep kerja yang mengandalkan kerja tim, konsep ruang terbuka masih akan lebih berfungsi dengan baik.
Teknologi Urban
Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Pusat Rohadi mengatakan tren desain interior ke depannya akan lebih mementingkan nilai keberlanjutan serta berbasis teknologi urban (urban technology), sebuah sektor inovasi terbaru yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup, yang telah dan akan terus menjadi acuan pada desain interior.
Rohadi berpendapat bahwa tren desain tidak lagi akan berkembang secara monoton dan umum tetapi menyesuaikan selera serta kenyamanan penghuni.
Menurutnya, gaya sederhana yang mudah dipahami serta dilengkapi dengan teknologi mumpuni akan lebih diminati oleh konsumen dalam beberapa tahun ke depan.
“Dari apa yang saya perhatikan, hampir semua [desain interior] mengadopsi urban technology. Tren, gaya, dan sebagainya hanya mewakili keinginan individual dan tidak bersifat umum,” tuturnya.
Salah satu contoh penerapan urban technology pada desain interior adalah penggunaan mebel dan alat yang mengedepankan faktor kesehatan, penggunaan material yang dapat mengurangi penyebaran bakteri hingga model interior dengan bukaan besar untuk mempermudah akses.
Kendati demikian, penerapannya tidak dapat dilakukan sembarangan. Rohadi menekankan bahwa tren yang berkembang saat ini harus dipelajari apakah cocok dan dapat memberi manfaat bagi konsumen.
Masalahnya, sering kali ditemukan tren mulai dari material, produk dan gaya yang populer di luar negeri, diterapkan tanpa menguji kembali kecocokan dan fungsionalitas untuk gaya hidup orang Indonesia.
Menurut Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik, gaya maksimalis yang ciri-cirinya adalah pencahayaan yang terang dan visual yang mewah juga berpeluang disukai kaum muda, khususnya yang ingin tampil beda. “Banyak perpaduan elemen dan warna yang dihadirkan pada gaya maksimalis, sehingga ruangan terlihat elegan dan mewah,” ujar Maria beberapa waktu lalu.
Berbeda dengan kesan minimalis yang menimbulkan suasana tenang dan damai, pada desain maksimalis aura keceriaan dan kebebasan lebih ditonjolkan. Tak heran banyak kafe atau tempat makan yang juga menerapkan desain interior seperti ini agar suasana yang ditimbulkan terasa menyenangkan dan ceria.
Desain maksimalis membuat lebih kompatibel pada gaya hidup milenial masa kini yang senang berswafoto dan memasukkannya ke media sosial instagram. Desain yang terkesan ekstra bakal dianggap lebih menarik oleh kalangan muda.
Kemudian, tren yang bakal berkembang adalah adanya tanaman yang menghiasi interior. Pemilik rumah bisa menambahkan berbagai tanaman hidup di dalam rumah seperti tanaman lidah mertua, kaktus mini, aglaonema dan sebagainya.
Kemudian, penggunaan karpet di berbagai tempat juga berpeluang menjadi tren pada 2020. Tidak hanya sebagai alas, karpet kini juga memiliki fungsi memperindah ruangan. Adapun, penggunaan karpet di berbagai tempat juga mendukung tren interior maksimalis. “Jadi tidak lagi hanya bisa ditaruh di ruang tamu dan ruang keluarga saja. Pemilik rumah bisa menggunakan karpet di ruang tidur dan ruang bermain anak. Karpet berbahan tipis juga dapat menjadi ornamen untuk mengisi dinding yang kosong,” ujar Maria. (JIBI/Bisnis Indonesia)