MUI Jateng Tegaskan Pentingnya Salat Id di Rumah

SEMARANG—Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah mempertegas tausiyahnya kepada umat Islam untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah secara berjamaah bersama anggota keluarganya, meskipun ada kebijakan herd immunity yang mengajak masyarakat berdamai dengan corona.
”Kami memaknai ’herd immunity’ mengajak berdamai dan bersahabat dengan penyakit virus corona dalam kapasitas sama-sama sebagai makhluk Allah. Namun pola penyebaran corona yang ganas dan mematikan harus tetap diperangi lewat social-physical distancing,” kata Ketum MUI Jateng Kiai Ahmad Darodji, Kamis (14/5). Ia menegaskan pelonggaran kebijakan pembatasan pergerakan oleh pemerintah jangan dipahami untuk kembali menggelar shalat berjamaah di masjid, kemudian bebas bermudik Lebaran dan sebagainya.
Jika dipahami demikian, kata dia, namanya gagal fokus. ”Justru kami meminta untuk memahami maunya Covid-19, seperti harus berpola hidup bersih, mengenakan masker, menerapkan social-physical distancing dan sebagainya,” ujarnya.
Kiai Darodji mengurai tausiyah MUI Jateng terkait virus corona, prinsipnya mengikuti fatwa MUI Pusat serta berpedoman kebijakan pemerintah, mengingat di awal tausiyahnya MUI Jateng masih menganjurkan jaga jarak, artinya masih dapat salat berjamaah di masjid.
Namun akibat tren perkembangan penyebaran virus corona yang semakin mengganas, maka diserukan untuk tidak shalat berjemaah di masjid baik salat lima waktu, salat Jumat hingga salat Idul Fitri. Pertimbangan utama anjuran tersebut, karena kondisi secara umum penularan corona di Jateng masih tinggi, sehingga kegiatan yang melibatkan kerumunan massa masih harus dihindari.
Terkait dengan ketaatan pengelola masjid dan musala terhadap seruan MUI Jawa Tengah, Kiai Darodji menjelaskan, yang pasti sebagian besar dari 36.000 masjid di Jateng melaksanakan tausiyah tersebut, meskipun secara normatif kekuatan tausiyah tersebut hanya sebatas seruan atau anjuran. (Antara/JIBI)