Sebagian Besar Kasus Positif Covid-19 Salatiga Menular di Rumah

SALATIGA—Jumlah pasien terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona jenis baru penyebab penyakit Covid-19 di Salatiga, Jawa Tengah kembali bertambah Kamis (14/5). Dua orang warga dari klaster Blondocelong, Kelurahan Kutowinangun Kidul Kecamatan Tingkir terkonfirmasi positif Covid-19. Sebagian besar pasien positif itu tertular dari rumah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, Siti Zuraidah, mengatakan ada beberapa pasien positif dari Blondocelong itu tertular lewat orang tanpa gejala (OTG) yang tinggal serumah. Beberapa yang lain merupakan kerabat yang berkontak langsung dengan pasien positif Covid-19.
“Sehingga warga yang berstatus OTG dan mengisolasi diri di rumah tetap harus menerapkan protokol seperti memakai masker di rumah dan menjaga jarak dengan anggota keluarga lain,” ungkap Zuraidah dalam keterangan resminya Kamis siang.
Dia menambahkan dua warga positif itu masing-masing pasien ke-22 (perempuan, 40), dan pasien ke-23 (perempuan, 70). Dua orang tersebut sebelumnya berstatus sebagai OTG. Sehingga total dalam dua hari ada sepuluh orang warga terkonfirmasi positif Covid-19 dari Klaster Blondocelong. Dengan rincian delapan orang dinyatakan positif pada Rabu (13/5) dan dua orang pada Kamis.
Kasus positif Covid-19 di Blondocelong ini kali pertama muncul saat seorang perempuan berusia 62 tahun terkonfirmasi positif Covid-19 April lalu. Perempuan itu merupakan pasien positif ketiga di Salatiga. Dia dinyatakan positif setelah pulang dari berpergian ke sejumlah negara di Eropa seperti Italia dan Perancis. Perempuan itu juga menulari tiga orang anggota keluarganya, yakni pasien keempat, kelima, dan keenam. Pasien keempat, kelima, dan keenam itu dinyatakan sembuh.
Data yang dirilis Pemkot Salatiga menyebutkan total 23 warga Salatiga terkonfirmasi Covid-19. Sembilan orang di antaranya dinyatakan sembuh.
Sedangkan penambahan kasus baru juga membuat jumlah orang tanpa gejala (OTG) yang pernah berkontak erat dengan pasien positif Covid-19 melonjak. Kini 144 warga Salatiga menjalani pemantauan sebagai OTG. Sebanyak 60 orang di antaranya merupakan OTG yang baru ditetapkan Kamis berdasarkan hasil pelacakan dari klaster Blondocelong. Jumlah ini kemungkinan besar akan terus bertambah.
Sementara itu tiga warga dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) dan seorang warga dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih menunggu hasil laboratorium. (Nadia Lutfiana Mawarni/semarangpos.com/JIBI)