Diduga Depresi, Karyawati Gantung Diri

SRAGEN—Dwi Putri Lestari, 28, seorang karyawati perusahaan swasta asal Dukuh Puntukrejo, RT 27, Desa Krikilan, Masaran, Sragen, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Jumat (15/5) pagi.
Informasi yang dihimpun Koran Solo, korban masih beraktivitas seperti biasa pada Jumat pagi pukul 05.00 WIB. Saat itu, Tugiyem, 58, ibu korban sempat melihat Dwi Putri Lestari menyapu bagian dalam dan halaman rumah. Tugiyem pun keluar rumah karena ada keperluan.
Sekitar pukul 06.00 WIB, Tugiyem pulang ke rumah. Betapa kagetnya dia saat mendapati tubuh Dwi Putri Lestari sudah menggantung di kuda-kuda atap rumahnya. Tugiyem langsung berteriak histeris dan meminta tolong warga sekitar. Dalam sekejap, rumah Tugiyem langsung dipadati warga sekitar. Mereka langsung menurunkan tubuh Dwi Putri Lestari.
Jajaran Polsek Masaran dan Tim Inafis dari Polres Sragen tiba di lokasi. Polisi juga membawa serta petugas medis dari Puskesmas Masaran I yang dipimpin dr. Endah. Polisi menggelar olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari warga sekitar.
Berdasar hasil pemeriksaan di tubuh korban, polisi tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Polisi mengambil kesimpulan penyebab kematian korban murni karena gantung diri. Diduga korban mengalami depresi karena masalah pribadi sehingga ia nekat menghabisi nyawanya sendiri.
“Berdasar keterangan dari keluarga, korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Sebelumnya, dia juga sudah berniat untuk bunuh diri namun bisa digagalkan,” terang Kapolsek Masaran, AKP Agus Taruno, kepada Koran Solo.
Setelah diperiksa polisi, pihak keluarga keberatan bila jenazah diautopsi. Mereka akhirnya membuat surat pernyataan telah menerima kematian korban dan menolak autopsi. Selanjutnya, jenazah Dwi Putri Lestari diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (Moh. Khodiq Duhri)