indonesia menuju new normal Kebangkitan UMKM Dirumuskan

JAKARTA—Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia akan menghadapi tatanan kehidupan baru atau disebut new normal di tengah pandemi Covid-19.

redaksi@solopos.co.id

Kebangkitan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam kerangka new normal juga menjadi perhatian Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, saat keduanya ber­temu di Semarang, Sabtu (16/5).
Presiden dalam pernyataannya Istana Merdeka Jakarta, Jumat (15/5), me­ngatakan pemerintah akan mengatur agar kehidupan masyarakat kembali berangsur normal, dengan mempertimbangkan data dan fakta perkembangan Covid-19 dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.
Kehidupan normal yang baru (new normal) merupakan keniscayaan di tengah pandemi. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) juga telah me­nyatakan terdapat potensi virus yang menyerang saluran pernapasan itu tidak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat.
”Artinya kita harus berdampingan hidup dengan Covid-19. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, berdamai dengan Covid-19. Sekali lagi, yang penting masyarakat produktif, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Sementara pertemuan di rumah dinas Gubernur Jateng, Puri Ge­deh Semarang, Erick Thohir dan Ganjar membahas berbagai upaya membangkitkan UMKM.
BUMN-UMKM Bermitra
”Ekonomi Indonesia harus kembali bangkit dan salah satu yang paling dekat dengan ekonomi rakyat adalah UMKM,” ujar Erick.
Ia menyampaikan pihaknya bakal mendorong perusahaan pelat merah untuk mengajak UMKM sebagai mitra. ”Dengan begitu kebangkitan ekonomi pada era new normal cepat terjadi,” kata Erick.
Selain menyerahkan sejumlah bantuan alat kesehatan, kedatangan Erick ke rumah Ganjar juga untuk membahas berbagai persoalan.
Kunjungan Erick dimanfaatkan Ganjar untuk menyampaikan beberapa program yang sedang disusun dalam pencegahan Covid-19. Selain masalah kesehatan dan bantuan sosial, Ganjar juga menyinggung persoalan ekonomi.
”Setelah kesehatan dan sosial, saat ini kami sudah mulai fokus pada ekonomi. Mau tidak mau, ekonomi harus disiapkan skenario-skenario untuk bisa bangkit seusai Covis-19 ini,” kata Ganjar.
Ia mengemukakan pihaknya juga sudah bekerja sama dengan sejumlah e-commerce nasional untuk keperluan pelatihan dan kerja sama lainnya.
”Tapi, kami masih kesulitan soal permodalan, maka dalam kesempatan baik ini, kami berharap ada perusahaan-perusahaan BUMN yang bisa membantu,” katanya. (Antara)