Jadikan Lebaran lebih bermakna

Momen lebaran adalah momen yang paling dinanti-nantikan bagi setiap orang, terutama umat Islam. Namun pada tahun ini umat Islam di Indonesia harus menerima kenyataan yang sedikit berbeda dari tahun-tahun se­belumnya. Pemerintah me­larang adanya mudik sebagai upaya pencegah­an penyebaran Covid-19. Tentu hal ini memunculkan berbagai spekulasi tentang cara me­nyiasati pan­de­mi, agar tetap bisa berlebaran dengan keluarga dan sahabat melalui jarak jauh.
Guru Pendidikan Agama Islam SMK Negeri 3 Solo, Dica Lanita Affinoxy, Rabu (13/5), menyatakan silaturahmi sangat menyenangkan dan berkesan jika dilakukan secara langsung seperti biasanya. Mudik dan berkunjung ke rumah orang tua, sanak saudara, kerabat, dan sahabat. Namun, di tengah pandemi ini yang bisa dilakukan adalah tetap menjalin silaturahmi, tanpa meninggalkan imbauan pemerintah untuk menerapkan social distancing. Kita bisa menggunakan media sosial sebagai sarana menjalankan rutinitas tersebut.
Media sosial saat ini menjadi alat yang paling efektif untuk dijadikan sarana dalam bersilaturahmi. ”Masyarakat sudah menggunakan medsos bahkan sejak sebelum pandemi. Kita sudah sering mengirim pesan untuk menanyakan kabar satu sama lain. Mengucapkan selamat lebaran dan permintaan maaf kepada para sahabat ataupun kerabat yang tidak bisa kita jumpai. Selain medsos, kita juga bisa mengirim parsel atau hadiah kepada orang-orang yang kita sayangi melalui jasa ekspedisi atau jasa antar online,” ujar Dica.
Lebaran adalah momen spesial untuk dapat bersilaturahmi, berkumpul dan bercengkerama dengan keluarga besar ataupun dengan kawan-kawan. Untuk itu, Dica berpesan agar umat Islam mampu menyikapi keadaan dengan ikhlas, sabar, dan tetap bersyukur kepada-Nya karena masih dipertemukan dengan bulan Ramadan dan berlebaran bersama keluarga.
”Walau tidak semeriah tahun-tahun yang lalu, tapi mari kita jadikan lebaran tahun ini lebih bermakna. Caranya? Dengan saling mendoakan dan bermaaf-maafan dan kita juga bisa menjadikan anggaran silaturahmi atau mudik untuk dialihkan menjadi sedekah bagi mereka yang membutuhkan.” (Ayu Rafika Sari-Wasis)