Kredit Digerogoti Covid-19, Transportasi dan Pariwisata Paling Terdampak

JAKARTA—Dampak wabah virus corona (Covid-19) yang memukul hampir seluruh sektor ekonomi dikhawatirkan mulai mengganggu kapasitas kemampuan membayar nasabah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana mengatakan dampak kepada kemampuan nasabah tersebut tentunya akan berpengaruh pada sektor keuangan, khususnya dari sisi cash flow.
Menurut Heru, sektor yang paling terdampak parah akibat pandemi Covid-19, yaitu sektor transportasi dan pariwisata.
”Kami harapkan pandemi Covid-19 cepat selesai, sektor yang terdampak parah transportasi dan pariwisata, itu jelas karena orang tidak ke sekolah, tidak berpariwisata, juga tidak melakukan perjalan dinas,” katanya, Jumat (15/5).
Di samping kedua sektor tersebut, Heru meilai sektor yang turut terdampak cukup dalam yaitu ekspor impor, komoditas, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
”Semua sekor kalau riil terganggu, kami akan liat sektor keuangan seperti apa, kalau pengembalian ke bank tidak lancar, cash flow pasti akan berdampak,” jelasnya.
Oleh karenanya, kata Heru, pertumbuhan ekonomi juga akan mengalami perlambatan, hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I/2020 yang jauh dari perkiraan awal sebesar 2,97%.
Meski demikian, Heru menyebut kemampuan modal perbankan masih cukup kuat meski mengalami penurunan per Maret 2020.
Rasio kecukupan permodalan perbankan (capital adequacy ratio/CAR) pada Maret 2020 tercatat sebesar 21,77%. Sementara pada Desember 2019, CAR perbankan berada pada posisi 23,31%.
OJK juga mencatat penyaluran kredit perbankan per Maret 2020 masih tumbuh 7,95% secara tahunan (yoy), atau meningkat 6,08% dari Desember 2019.
Sebelum Indonesia menyatakan adanya kasus pertama virus corona, perbankan bahkan sudah menyalakan alarm untuk sektor pariwisata. Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Herry Sidharta mengatakan wabah virus corona dalam jangka pendek akan berpengaruh pada sektor pariwisata Indonesia. Turis dari China merupakan salah satu kontributor wisatawan mancanegara ke Tanah Air.
Sejak Februari BNI mulai memonitor perkembangan dampak wabah Covid-19 pada bisnis kredit di BNI. Termasuk mengambil langkah corrective action bersama-sama dengan debitur sebagai mitigasi risiko.
Kucuran kredit dari BNI pada sektor pariwisata melingkupi akomodasi, restoran, angkutan udara, serta jasa perjalanan. Total kredit yang dimiliki pada sektor ini tercatat sebesar Rp18,2 triliun hingga akhir 2019. (JIBI/Bisnis.com)