MUI Jateng Anjurkan Salat Id di Rumah

SEMARANG—Majelis Ulama Indo-nesia (MUI) Jawa Tengah (Jateng) menganjurkan umat muslim di Jateng untuk menggelar salat Id dan khotbah di rumah saat perayaan Hari Raya Idulfitri 1441 H.
Ketua MUI Jateng, K.H. Ahmad Daroji, mengatakan untuk memutus rantai persebaran Covid-19, maka warga dianjurkan menggelar salat Id dan khotbah di rumah. Namun, jika melakukan salat Id di rumah sendirian, maka tidak perlu melakukan khotbah.
“Pendapat ulama [MUI], salat Id bisa dilakukan di rumah. Kalau sendirian, ya tanpa khotbah. Mosok ngotbahi dhewe. Tapi, kalau berjemaah, ada anak, ada istri, bisa lakukan salat Id berjemaah, sehingga ada khatibnya,” kata Daroji kepada wartawan di kantornya, kompleks Masjid Baiturrahman, Kota Semarang, Jumat (15/5)
Daroji menambahkan khatib di rumah bisa dilakukan bapak, suami, atau anak laki-laki yang sudah akil balig atau dewasa. Mereka bisa bergantian sebagai imam dan khatib atau merangkap imam dan khatib salat Id sekaligus.
Menurut Darodji, pilihan terbaik dalam kondisi saat ini adalah salat Id di rumah. Bila salat tetap dilakukan di masjid atau di lapangan, maka upaya mencegah penularan Covid-19 sulit dilakukan. Hal itu karena perilaku salat berjemaah yang berdekatan saf dan bersalaman, sehingga kerap terjadi kontak fisik dengan orang lain.
Daroji mengatakan saat ini MUI telah mengeluarkan tuntutan tata cara salat Id dan khotbahnya. Masyarkat pun diminta tidak risau dalam menjalankan salat Id dan khotbah di rumah.
MUI memberikan tuntunan untuk menjadi imam harus melakukan takbir tujuh kali dan membaca surah Alfatihah dilanjutkan Al Ikhlas di rakaat pertama. Sedangkan rakaat kedua, imam membaca takbir lima kali, Surat Alfatihah dan Annas.
Sementara itu dengan materi khotbah, MUI Jateng juga telah mengeluarkan contoh teks yang bisa dibaca. Durasi khotbah pun cukup pendek, sekitar 7 menit sehingga mudah dibaca siapa pun. (Imam Yuda S./Semarangpos.com/JIBI)