PANDEMI COVID-19 JATENG MELUAS Klaster Ijtima Gowa Sumbang Kasus Terbanyak

SEMARANG—Jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) terus mengalami kenaikan.

Imam Yuda Saputra
redaksi@koransolo.co

Salah satunya berasal dari para peserta acara ijtimak di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), atau yang kerap disebut Klaster Ijtima Gowa.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng hingga saat ini sudah ada 185 pasien positif Covid-19 yang berasal dari Klaster Ijtima Gowa. Pasien itu tersebar di 30 kabupaten/kota di Jateng. “Dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jateng, sudah 30 kabupaten/kota yang melaporkan adanya warga yang menjadi peserta acara ijtimak di Gowa. Totalnya mencapai 1057 orang jemaah. Dari jumlah itu yang positif [Covid-19] mencapai 185 orang,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto melalui rekaman video kepada wartawan di Semarang, Jumat (15/5).
Kendati demikian, Yulianto enggan menyebutkan daerah mana saja di Jateng yang jumlah pasien Covid-19 dari Klaster Ijtima Gowa paling banyak. Ia hanya menyebutkan ada lima kabupaten/kota yang bebas dari Klaster Ijtima Gowa karena warganya tidak ada yang menjadi peserta di acara tersebut. Kelima kabupaten/kota itu yakni Kabupaten Rembang, Blora, Demak, Kota Salatiga, dan Kota Tegal.
Yulianto menambahkan saat ini kasus Klaster Ijima Gowa menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Oleh karena itu, Pemprov Jateng dengan serius melakukan tracing kepada para peserta guna memutus rantai penularan Covid-19 dari para peserta acara itu.
“Semua eks jemaah Gowa sudah diidentifikasi. Pemutusan mata rantai penularan juga sudah kita lakukan, baik melalui penyelidikan epidemiologi, maupun kontak tracing,” imbuh Yulianto.
Yulianto pun berharap tidak ada lagi klaster penularan Covid-19 di Jateng. Meski pun saat ini masih ada beberapa klaster yang diduga menjadi kelompok penularan Covid-19 di Jateng, seperti Klaster Temboro maupun Klaster Seminar Bogor. “Harapan kami tidak ada lagi klaster baru. Supaya kita bisa lakukan pengendalian penularan Covid-19,” ujarnya.
Sementara itu terkait kasus penjangkitan Civid-19 yang dialami seorang PNS Pemkot Salatiga, saat ini tercatat dua lagi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga, Jawa Tengah dinyatakan positif terinfeksi seperti dideteksi dalam rapid test yang digelar Jumat.
PNS
Keduanya adalah PNS laki-laki yang bekerja di Dinas Perhubungan Kota Salatiga dan PNS perempuan pada Bagian Umum, Sekretariat Daerah Salatiga. “Ada dua orang dengan hasil reaktif,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, Siti Zuraidah ketika dihubungi melalui pesan singkat Whatsapp, Jumat sore.
Kendati demikian, hasil positif pada rapid test belum tentu menunjukkan positif Covid-19. Selanjutnya kedua PNS tersebut akan menjalani swab test untuk mendapatkan hasil yang akurat. Selama itu PNS tersebut akan menjalani karantina secara mandiri.
Sebelumnya Dinas Kesehatan telah selesai melakukan rapid test pada pegawai di kompleks perkantoran Pemkot Salatiga di Jl. Sukowati. Ada 110 pegawai yang melakukan rapid test meliputi PNS, petugas kebersihan, dan petugas keamanan setempat. Rapid test dilakukan setelah seorang PNS di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Salatiga terkonfirmasi positif Covid-19. PNS yang juga warga Blondocelong, Kutowinangun Kidul itu menjadi pasien positif ke-17 di Salatiga. “Rapid test ini juga dilakukan untuk driver atau PNS yang tidak sekantor tapi pernah berkontak dengan pasien positif,” imbuhnya.
Zuraidah juga menekankan ada 20 PNS yang bekerja di ruangan yang sama dengan PNS positif Covid-19 tersebut. Terkait hal ini dirinya sudah meminta kepada 20 PNS itu untuk melakukan isolasi mandiri sampai hasil swab test keluar. (Nadia Lutfiana Mawarni/semarangpos.com/JIBI)