Project Restart Liga Inggris. Jangan Abaikan Pendapat Pemain

LONDON—Suara-suara kekhawatiran dari para pemain terus terdengar seiring rencana kembali bergulirnya Liga Inggris musim ini. Otoritas Premier League pun diminta untuk tak mengabaikannya.

Damar Sri Prakoso
redaksi@koransolo.co

Liga Inggris ditargetkan mulai lagi pada Juni mendatang. Klub-klub pun sudah kembali berlatih meski dengan memberlakukan protokol physical distancing.
Namun sejumlah pemain takut kesehatan keluarga mereka akan terancam, sebab penyebaran virus corona di Inggris belum tuntas diatasi. Mereka meminta agar Project Restart tak dilakukan terburu-buru.
Meski begitu, klub-klub tampaknya belum pernah meminta saran kepada para pemain. Inilah yang membuat bek West Ham United, Aaron Cresswell, kesal. ”Saya pikir terlihat jelas bahwa opini para pemain tidak didengar, termasuk saran dari kepala medis FIFA sendiri,” cuit Cresswell dalam akun Twitternya.
”Sudah 10 pekan sejak kami terakhir bermain bola dan belum ada polling untuk melihat bagaimana pendapat para pemain,” lanjut pemilik 3 caps Timnas Inggris itu.
Sebelumnya, beberapa nama sudah menyatakan pendapat mereka, mulai dari Sergio Aguero (Manchester City), Troy Deeney (Watford), Tammy Abraham (Chelsea), hingga Danny Rose (Newcastle). Mereka merasa saat ini situasinya belum layak untuk bermain.
Mengenai kekhawatiran para pemain, Frank Lampard meminta agar manajer masing-masing klub bertindak dengan hati saat membicarakan hal ini kepada pemain. Manajer Chelsea ini paham akan ketakutan yang dirasakan pemain.
”Bagian penting dari pekerjaan pelatih saat ini adalah memiliki empati terhadap para pemainnya,” kata Lampard kepada Sky Sports.
”Kami tak bisa cuma bilang, ’guys, kita akan begini begini’, sebab tak ada yang pernah mengalami ini sebelumnya. Para pemain bukannya mogok main, mereka bukannya tak mau berlatih, atau berselisih dengan pemain lain, tapi karena hal ini berdampak pada semua orang, khususnya keluarga mereka,” jelasnya.
Jika ada pemain yang menolak berlaga, apa sanksinya? Sejak pertengahan Maret 2020, Liga Inggris mesti ditunda karena pandemi virus corona. Di Britania Raya, termasuk Inggris, sudah ada 229.709 orang terinfeksi virus corona dalam data yang dilansir WHO, Kamis (14/5).
Sebanyak 3.242 kasus baru Covid-19 terjadi di Britania Raya. Pandemi virus corona masih mengkhawatirkan di Inggris. Berkaca pada hal itu, pemain Watford, Troy Deeney, masih enggan untuk bermain lagi di tengah pandemi corona. Dia mempertanyakan sanksi apa yang akan dijatuhkan kalau oemain menolak berlaga. Deeney memprioritaskan kesehatan dan keselamatan keluarganya.
”Saya bahkan tak membahas mengenai sepakbola pada momen ini –saya membicarakan mengenai kesehatan keluarga saya, dan begitulah. Saya tak ingin menempatkan keluarga saya dalam risiko. Apa yang akan mereka lakukan, mengambil uang saya? Saya pernah bangkrut sebelumnya, jadi itu tak akan mengganggu saya,” kata Deeney di Daily Mail. (Detik)