Sukses Pasarkan Produk Kecantikan Via Online

Bulan puasa biasanya menjadi berkah bagi para pelaku usaha kecil dan menengah, penjualan bahkan bisa melonjak hingga berkali lipat. Namun, Ramadan kali ini beda dengan tahun-tahun sebelumnya karena adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan adanya pembatasan sosial berskala besar.
Sekar Asih Putri Jaya, pemilik Schatz Salon, Rias Pengantin, dan pemilik bisnis Schatz Snack & Cookies ikut merasakan dampaknya. Sekar menuturkan pada Bulan Puasa, usaha rias pengantin yang biasanya mengalami peningkatan omzet hingga 100% karena banyaknya calon pengantin yang ingin menikah, tetapi akibat pandemi Covid-19, bisnisnya ha­rus mengalami penurunan drastis.
Dia bahkan harus menutup usaha salonnya tersebut serta membatalkan beberapa pelayanan rias pengantin sejak pertengahan Maret karena maraknya Covid-19. Padahal, Sekar memiliki tujuh karyawan tetap dan lima karyawan part time.
“Masih banyak yang menghubungi di media sosial ingin melakukan treatment, tapi saya mau mendukung pemerintah juga melindungi karyawan dan pelanggan, jadi terpaksa salon saya tutup,” ungkap wanita berusia 35 tahun ini.
Selain salon, bisnis kulinernya yang menjual kue kering dan kue basah pun terkena dampak langsung dari fenomena ini. Omzet Schatz Snack & Cookies menurun karena masyarakat mulai khawatir membeli makanan yang diproduksi dan didistribusikan orang lain.
Dengan memiliki dua bisnis, mantan bankir ini makin sadar bahwa di era digital, promosi offline perlu ditopang dengan online yang jauh lebih berpotensi mendatangkan pelanggan dan pesanan. Dia kemudian belajar otodidak dengan melakukan promosi berbayar di media sosial.
Namun, ternyata promosi berbayar di medsos kurang efektif padahal dia telah mengeluarkan biaya yang cukup besar. Sekar lantas memanfaatkan fitur Google Ads dan Google Bisnisku, hasilnya makin banyak pelanggan datang karena alamat tertera jelas. Mereka pun bisa melihat contoh riasan make up, dekorasi dan busana nikah di sana.
Pada Maret, Sekar kemudian mendapatkan informasi mengenai program Womenwil. Dia pun tertarik mengikutinya meski kelas dilakukan secara virtual karena peraturan pemerintah untuk social distancing. Banyak ilmu yang didapatkannya terutama dalam memanfaatkan media sosial untuk bisnis.
“Hanya perlu meluangkan waktu satu jam, saya bisa mendapatkan banyak ilmu, sisanya masih bisa me time sambil tetap menjalankan kewajiban sebagai istri dan ibu di rumah,” ujarnya.
Usai mengikuti pelatihan, Sekar langsung menerapkan ilmu yang didapatnya dari kelas virtual tersebut dengan mengubah jam operasional dengan informasi ‘tutup sementara’. Dia juga melakukan hal yang sama dengan menginformasikan ke pelanggan di media sosial.
Untuk mempertahankan bisnis salonnya pada bulan Ramadan ini, Sekar kemudian beralih menjual berbagai produk untuk perawatan di rumah seperti sampo, conditioner, serum, lulur, hair spa, cat rambut dan lainnya secara online. Selain itu, dia juga aktif berbagi tips kecantikan di akun media sosial untuk tetap berkabar dengan pelanggan.
Adapun untuk bisnis kulinernya, Sekar makin giat berpromosi online, dengan meningkatkan standar kebersihan. Schatz Snack & Cookies yang biasanya menjual kue lebaran juga menambah berjualan takjil dan jajan pasar di bulan puasa. Hasilnya, penjualan pun meningkat cukup signifikan melalui penjualan online. (Bisnis.com)