Bobol Gudang, Maling Gasak 6 Sak Beras

KLATEN—Tempat penggilingan padi atau selepan di Dukuh Gamolan Timur, Desa Gledeg, Kecamatan Kebonarum, Klaten, dibobol maling. Sebanyak enam sak beras raib dibawa para pencuri yang diperkirakan lebih dari satu orang.
Peristiwa itu terjadi saat pemilik selepan bernama Giyanto, 48, pulang untuk berbuka serta Salat Maghrib pada Sabtu (16/5) sekitar pukul 17.30 WIB. Giyanto kembali lagi ke selepan selepas Isya dan tidur di tempat tersebut hingga pagi. Kondisi pintu gerbang selepan selama ditinggal Giyanto terkunci rapat.
Saat Giyanto kembali lagi ke selepan selepas Isya dan membuka kunci pintu gerbang, dia kaget setelah melihat tangga bambu yang sebelumnya berada di luar sudah di dalam ruangan. setelah dicek lebih teliti, Giyanto mendapati enam sak beras sudah raib. Diduga, pelaku masuk melalui kisi-kisi bambu pada ventilasi ruangan rusak di salah satu sudut ruangan. Diperkirakan, para pelaku masuk melalui lubang ventilasi yang ditutupi bilah bambu. Bilah bambu yang terpasang pada salah satu sudut ventilasi terlihat rusak.
Giyanto mengatakan jumlah total enam sak beras itu seberat 1,5 kuintal beras dan seharga Rp1,4 juta.”Kalau jumlah pelaku kemungkinan lebih dari satu orang. Minimal dua orang untuk mengusung beras-beras tersebut,” jelas Giyanto saat ditemui di tempat penggilingan padi miliknya, Minggu (17/5).
Giyanto mengaku sebelumnya tak ada orang yang mencurigakan di dekat tempat usahanya. Begitu pula dengan warga setempat yang tak melihat ada kendaraan yang melintas dari arah selepan saat Giyanto pulang. “Kemungkinan pelaku sudah tahu titik lengahnya yakni saat Maghrib karena memasuki waktu berbuka. Biasanya kalau malam di kampung ini ramai, banyak orang menggelar ronda malam,” jelas Giyanto.
Tempat penggilingan beras milik Giyanto berada tak jauh dari permukiman warga. Namun, lokasinya berbatasan dengan sungai dan jalan setapak menuju persawahan. Terkait aksi pencurian itu, Giyanto memilih tak melaporkan ke polisi. “Rencananya bambu [untuk ventilasi] diganti dengan teralis agar lebih kuat dan tidak mudah dibobol maling,” ungkapnya.
Salah satu warga, Yono, 45, mengatakan sejak ada pandemi Covid-19 hingga ramai isu maraknya aksi pencurian membuat warga meningkatkan kewaspadaan mereka. Ronda malam digelar di beberapa lokasi Dukuh Gomalan Timur. “Biasanya itu ronda malam digelar habis Isya hingga sahur. Pelaku ini memanfaatkan kelenganan dengna melakukan aksi mereka ketika warga berbuka puasa. Yang jelas, kami akan memperketat pengamanan di wilayah kami,” urai dia. (Taufiq Sidik Prakoso)