BUNDESLIGA JERMAN Lancar tetapi Rentan Cedera

DORTMUND—Borussia Dortmund boleh saja berpesta pora seusai mencukur Schalke 04 empat gol tanpa balas di laga perdana seusai bergulirnya kembali Bundesliga.

Chrisna Chanis Cara
redaksi@koransolo.co

Namun, di balik kemenangan besar itu, Die Borussen harus menerima kenyataan sejumlah pemainnya terkapar karena cedera. Cedera tersebut dinilai tak lepas dari kondisi fisik pemain yang belum siap seusai rehat dua bulan.
Winger muda Dortmund, Giovanni Reyna, yang awalnya diplot menjadi starter harus diparkir karena cedera saat pemanasan jelang pertandingan. Reyna diganti Thorgan Hazard yang kemudian ikut mencetak satu gol dan satu assist.
Hazard akhirnya juga harus ditarik pada menit ke-79 karena menderita masalah pada kakinya. Adapun Nico Schulz dicoret dari starting line up karena cedera mendadak. Pemandangan ini tentu tak menyenangkan mengingat Dortmund butuh para pemainnya tetap fit untuk bersaing dengan Bayern Munich hingga akhir musim.
Sebelumnya, sejumlah pilar Die Borussen seperti Marco Reus, Axel Witsel, Emre Can serta Dan-Axel Zagadou sudah menepi karena cedera. Pelatih Dortmund, Lucien Favre, mengaku tak terlalu terkejut dengan cedera sejumlah pemainnya di laga melawan Schalke. Dia menilai pemain “kaget” setelah lama tidak bertanding. Favre menyebut hal itu juga akan dirasakan tim lain.
“Akan banyak tim yang kehilangan beberapa pemainnya karena cedera. Kami telat panas saat duel di lapangan tadi, baik saat tekel dan hal lain,” ujar Favre seperti dilansir dari Sportskeeda, Minggu (17/5). Favre mengatakan Hazard hanya menderita kram sehingga dapat segera kembali berlatih. Dia juga berharap Reyna segera pulih seperti halnya Witsel, Can dan Zagadou.
“Reus belum bisa gabung tim, sedangkan Schulz absen selama dua-tiga pekan ke depan,” ujarnya. Lebih jauh, Favre lega bisa menang besar tanpa kehadiran suporter fanatik. Dia tak menampik ada sesuatu yang kurang.
“Tidak ada keriuhan di stadion, Anda menembak ke gawang, membuat umpan bagus, gol. Sangat aneh memang. Kami sangat merindukan fans kami.”
Kembalinya Bundesliga dianggap dapat menjadi kunci kelanjutan kompetisi di negara lain. Diketahui, Bundesliga menjadi kompetisi pertama di antara liga top Eropa yang memutuskan melanjutkan musim ini.
Menurut gelandang Timnas Jerman, Toni Kroos, liga-liga negara lain akan menjadikan Bundesliga sebagai tolak ukur kompetisi di masa pandemi. “Kalau Jerman gagal, yang lain tidak akan ada yang lanjut [dengan rencananya]. Saya yakin liga-liga lain akan memerhatikan penuh apa yang terjadi,” ujar pemain Real Madrid itu dilansir AS. (JIBI)