Jual Gula di Atas HET, Satgas Pangan Bertindak

JAKARTA—Kementerian Perdagangan meminta pedagang tidak menjual gula di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram.
Satuan Tugas (Satgas) Pangan siap menindak jika ada pedagang yang kedapatan menjual gula di atas HET. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Jakarta, Minggu (17/5).
”Saya sengaja minta produsen untuk menjual gula langsung ke pedagang di pasar rakyat sesuai HET Rp12.500/kg. Dalam masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, saya meminta seluruh pedagang di seluruh Indonesia agar menaati aturan pemerintah dan lebih peduli kepada sesama. Bantulah dengan menyediakan barang kebutuhan pokok rakyat yang sesuai dengan harga yang ditetapkan. Jangan ada yang ingin mengambil keuntungan sepihak dengan menaikkan harga gula secara tidak wajar,” kata Agus.
Agus menjelaskan beberapa masalah yang menyebabkan harga gula tinggi, yakni akibat terganggunya jalur distribusi, mundurnya jadwal pengapalan impor karena penetapan lockdown sejumlah negara, hingga adanya jadwal penggilingan tebu yang tertunda.
Meski begitu, Agus menjanjikan seluruh provinsi akan diguyur pasokan gula langsung ke pedagang, baik di pasar rakyat maupun di ritel modern. Masyarakat dinilai tak perlu khawatir karena stok gula dalam kondisi cukup dan dengan harga yang terjangkau.
”Operasi Pasar Gula ini akan dilakukan ke seluruh provinsi mulai hari ini [Sabtu, 16/5] hingga menjelang Lebaran. Saya menjamin stoknya ada dan dalam jumlah yang cukup, serta harga sesuai HET Rp12.500,” ucapnya.
Untuk mengawasi distribusi gula ke seluruh provinsi di Indonesia, Satgas Pangan telah diberi kewenangan bersama kepolisian untuk melakukan tindakan tegas kepada pedagang yang masih berani memanfaatkan situasi pandemi untuk mengambil keuntungan yang besar.
Kepala Satgas Pangan Brigjen Tahi Monang Silitonga mengatakan tindakan represif atas penegakan hukum akan dilakukan jika para pedagang masih ada yang tidak mematuhi aturan.
”Setelah dilakukan tindakan persuasif terlebih dahulu kepada masyarakat, selanjutnya akan ditindak dengan penegakan hukum,” tegasnya.(Detik)