LIGA ITALIA 2 Pemain Parma Positif Covid-19 Menjelang Latihan

 

PARMA—Dua pemain Parma diketahui positif terpapar Covid-19 jelang latihan perdana klub di masa pandemi, Senin (18/5). Kedua pemain yang identitasnya dirahasiakan tersebut kini tengah menjalani isolasi. Masih bertambahnya kasus Covid-19 di Italia membuat sejumlah pihak meminta otoritas tak terburu-buru melanjutkan kembali kompetisi.
Dilansir Football Italia, Minggu (17/5), dua pemain Parma dinyatakan positif Covid-19 setelah klub melakukan tes pada 60 orang yang terdiri dari skuat dan staf tim. Dari double swab dan uji darah, kedua pemain dipastikan terpapar Covid-29. “Keduanya dinyatakan positif di tes pertama, dan negatif di tes kedua yang dilakukan 24 jam setelahnya,” terang pihak Parma.
“Meski berada dalam kondisi bagus dan tanpa gejala, kedua atlet tetap langsung diisolasi dan klub akan memantau mereka secara konstan,” lanjut pernyataan tersebut.
Pengumuman Parma datang di hari yang sama dengan pernyataan Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, yang mengizinkan klub-klub Seri-A kembali berlatih dalam kelompok mulai Senin. Conte mengatakan kebijakan itu menjadi salah satu langkah lanjutan memasuki pelonggaran lockdown fase kedua.
Sejumlah fasilitas di Italia akan kembali dibuka, termasuk pusat-pusat latihan bola. “Mulai 18 Mei, toko-toko, salon, penata rambut, bar, restoran, pub, museum dan latihan sepak bola akan dilanjutkan, tapi dengan tetap menghormati aturan dan otoritas regional setempat,” ujar Conte.
Sebelumnya, klub-klub Seri-A sudah membuka faslitas latihan mereka sejak dua pekan lalu. Namun, para pemain masih diharuskan berlatih sendiri-sendiri. Dengan adanya pengumuman itu, klub punya persiapan lebih dari tiga pekan jika mengacu rencana melanjutkan kompetisi mulai 13 Juni. Meski begitu, Conte belum bisa memastikan bahwa liga akan bergulir pada tanggal tersebut.
Eks Pelatih Timnas Italia, Cesare Prandelli, meminta otoritas tak terburu-buru menggelar kembali kompetisi di tengah pandemi yang belum mereda sepenuhnya. Dia menyarankan kompetisi dimulai dua bulan lagi. “Kenapa kita semua tak menunggu sampai situasinya lebih jelas? Kenapa tak bermain lagi di bulan Juli saja ketimbang Juni?” ujar Prandelli. “Masih ada yang meninggal [karena corona] setiap harinya. Masih perlu waktu,” ujar lelaki berusia 62 tahun itu.
Kasus Covid-19 di Italia memang cenderung mengalami penurunan. Namun selama sepekan terakhir, angka kasus baru masih berkisar 740-1.450 kasus. Angka kematian harian pun masih sekitar 150-270 orang. Demikian dilansir dari Worldometers. (Chrisna Chanis Cara/JIBI)