Pengacara Panitia Law Fest Bantah Penggelapan

SOLO—Pengacara dari ketua panitia Law Festival Journey Volume III berinisial RTWP, Marthen H. Toelle membantah terjadinya penipuan atau penggelapan dana kegiatan sebesar Rp353.805.000.
”Benar ada surat perjanjian kerja sama pada 12 Maret 2019 antara klien saya RTWP selaku perwakilan dari DEM FH Unisri dengan Safrudin Kurniawan. Jadi pelapor Khaleb Aditya bukan pihak pemodal dalam kerjasama tersebut,” ujar dia dalam pernyataan yang disampaikan melalui aplikasi percakapan WhatsApp, Sabtu (16/5).
Menurut dia memang pernah ada surat perjanjian utang piutang antara RTWP dengan Safrudin Kurniawan pada 27 Juli 2019. Surat itu berisi pernyataan bahwa RTWP menerima uang Rp332.630.000 dari Safrudin. Tetapi surat itu akhirnya dibatalkan pada 29 Juli 2019 karena disadari surat ditandatangani dalam situasi keterpaksaan.
”Terkait laporan polisi dari Khaleb, kami tidak dapat menerima karena sangat merugikan nama baik klien kami. Sehingga segera akan kami laporkan balik saudara Khaleb ke polisi atas dugaan tindak pidana membuat laporan palsu dan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui melalui surat dan atau melalui media sosial [tindak pidana ITE],” sambung Marthen.
Dia menjelaskan kliennya tidak pernah meminjam uang dari Syafrudin Kurniawan. Di surat perjanjian kerja sama memang dinyatakan Syafrudin sebagai penyandang dana kegiatan Law Festival. Tapi dana yang dibutuhkan tidak pernah diberikan kepada RTWP sebagai ketua panitia.
”Prakteknya diduga Khaleb sendiri yang menerima dana itu dari Syafrudin dan mengelola sendiri untuk mendatangkan para artis dalam kegiatan tersebut. Oleh karena itu Khaleb yang harus mempertanggungjawabkan nya kepada pendana Syafrudin, bukan RWTP dan atau panitia,” kata dia. (Kurniawan)