SBBI Award Jadi Barometer Dinamika Merek di Soloraya

SOLO—Solo Best Brand and Innovation (SBBI) Award 2020 layak dijadikan barometer dinamika dan kekuatan merek di kawasan Soloraya. Hal ini lantaran hasil riset dan survei yang menjadi pijakan pemberian penghargaan merek terbaik pada SBBI Award 2020 dilakukan secara objektif berdasarkan kaidah riset pemasaran yang bisa dipertanggungjawabkan.
Direktur Pemasaran Solopos, Suwarmin, mengatakan SBBI bisa menjadi barometer dinamika merek karena riset yang dilakukan memotret kekuatan merek (brand equity) secara up to date.
“Sampel riset adalah para pengguna merek [end user] dengan kualifikasi tertentu, misalnya dari SES A dan B. Banyak hal yang bisa didapatkan oleh para pengelola merek, seperti bagaimana gambaran produk di benak konsumen, atau kesan lainnya. Secara keseluruhan riset SBBI akan memberi panduan kepada pengelola merek untuk melihat posisi merek mereka di pasar, dibandingkan dengan para pesaing mereka,” ujarnya, kepada Koran Solo, Minggu (17/5).
Suwarmin menjelaskan riset merek yang up to date tentu penting untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat, baik dalam situasi pasar yang normal maupun dalam situasi pasar yang bergejolak seperti sekarang. Pihaknya berharap secara keseluruhan riset SBBI 2020 ini bisa bermanfaat bagi pengendali merek, para pelaku usaha, di Soloraya.
Sementara itu, salah satu pemegang merek untuk kategori Rumah Sakit Swasta, PKU Muhammadiyah, Betty Andriani, selaku Humas, mengatakan adanya penghargaan seperti SBBI Award yang sukses didapatkan rumah sakit ini beberapa kali sangat berarti.
“Penghargaan ini sangat penting. Pertama, ini merupakan apresiasi positif atas pelayanan kami. Apalagi pada SBBI banyak faktor yang diukur, seperti brand awarness dan customer loyality. Kami paling tinggi pada customer loyalty, artinya konsumen kami puas dan setia dengan kami. Kedua, ini reward bagi karyawan bagi semuanya. Kami sampaikan reward ini ada atas kinerja mereka, atas kerja tim yang solid,” paparnya.
Betty menjelaskan manajemen mulai fokus branding rumah sakit pada 2015. Meski secara formal bernama PKU Muhammadiyah Surakarta, branding dengan nama PKU Solo terbukti sukses. Mau periksa di PKU mana pun, orang banyak menyebut PKU Solo.
Menurutnya, branding ini turut mengubah banyak hal di rumah sakit. Baik dari segi pembenahan fasilitas maupun penataan sumber daya manusia (SDM). Dengan perubahan ini, rumah sakit dinilai banyak orang. Banyak pihak yang berjasa terhadap rumah sakit. Salah satunya adalah media yang mendukung dalam memberitakan hal positif.
“RS kami ini unik, memang produk RS semua sama, ada poliklinik, dokter komplet, rawat inap berbagai kelas, perawat kompeten, harga juga sama karena ada standar biaya, yang membedakan fasilitasnya. Tetapi, kami ada yang lebih membedakan, yakni dari sisi touch atau sentuhan pelayanannya,” katanya.
Perawat
Di sisi lain, demi mengukur kepuasan dan peningkatan mutu rumah sakit, pihaknya rutin menyebar kuisioner setiap bulan untuk mendapatkan angka kepuasan pasien. Dalam hal ini ada yang disebut Indeks Kinerja Unit (IKU), yakni dinilai dari kepuasan pasien di berbagai unit kerja yang ada. Misalnya pada pelayanan di kasir, perawat, hingga dokter.
“Tentunya kami tunjang dengan SDM yang berkompeten serta adanya kelengkapan alat medis sesuai kebutuhan. Selain itu, kami lebih banyak preventif dan promotif. RS kami ini one stop shopping. Orang sehat pun bisa ke RS untuk melakukan check up misalnya,” katanya.
Senior PR & Brand Communication Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, menambahkan adanya SBBI Award membantu perusahaan memahami seberapa besar masyarakat Soloraya mengapresiasi produknya.
“Kami juga melakukan survei sederhana di toko dengan mencari informasi seberapa banyak konsumen mencari info mengenai produk hingga memutuskan membeli. Kami juga melakukan riset internal secara rutin,” paparnya.
Selain berinovasi pada produk-produk sesuai kebutuhan pasar dan masyarakat Indonesia, pihaknya juga meningkatkan layanan purna jual agar konsumen merasa aman dan nyaman menggunakan produk-produk Sharp.
“Kami juga membuat promo penjualan yang menarik dan memudahkan konsumen untuk memiliki produk Sharp dan menguntungkan tentunya,” jelasnya. (Farida Trisnaningtyas)