Curhat Ernest Film Barunya Diganggu Covid-19

Lebaran 2020 dipastikan tak ada satu pun film Indonesia yang rilis di bioskop mengingat wabah Covid-19 belum dapat diatasi. Ernest Prakasa legawa sekaligus prihatin.
Tak hanya film Lebaran yang diadang wabah Covid-19. Film terbaru Ernest Prakasa pun kena imbasnya. Seperti diketahui, Ernest Prakasa rutin merilis karya baru saban akhir tahun. Desember 2020, Ernest Prakasa mestinya merilis film anyar.
Wabah virus corona mem­buyarkan segalanya. “Menurut Pak Parwez [produser dan pemilik rumah produksi Starvision], beliau bilang ini kondisi terburuk yang pernah beliau alami sepanjang sejarah perfilman Indonesia,” ujar Ernest Prakasa.
Gara-gara wabah Covid-19, jaringan bioskop Tanah Air “membeku”. Kemungkinkan, dibuka kembali Juli 2020. “Mungkin, ya. So far informasi yang aku dapat baru buka Juli 2020. Otomatis film-film yang sudah ready tayang jadi menumpuk. Ini sebenarnya efek domino,” terang ayah dua anak ini.
Ernest Prakasa menduga, film-film dari rumah produksi yang lebih kecil menjadi alternatif kedua. Film-film berbujet kecil atau dengan nama-nama besar yang lebih sedikit akan mendapat prioritas kedua.
“Dengan alasan, logikanya ketika bioskop buka, mereka butuh sebanyak mungkin film besar dan nama besar untuk menarik orang kembali ke bioskop. Itu mungkin yang akan terjadi,” Ernest Prakasa memprediksi.
Seperti diketahui, bintang film Rudy Habibie dan Susah Sinyal ini merilis film setiap akhir tahun sejak 2015. Kelima filmnya selalu masuk dalam daftar film Indonesia terlaris setiap tahun. Bagaimana dengan tahun ini?
“Kalau ditanya sekarang bagaimana masih tanda tanya besar. Kalau melihat kondisi, kemungkinan besar tidak,” akunya, dilansir Liputan6.com, Selasa (19/5).
Jawaban realistis ini disertai sejumlah pertimbangan. Pertama, untuk bisa meng­hasilkan film berkualitas ciamik pada akhir tahun, persiapan mesti dilakukan jauh-jauh hari. Persiapan film Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan misalnya, dicicil sejak Mei 2019.
“Itu termasuk dini. Kami bisa lakukan persiapan di Juni atau Juli. Tapi kalau Juli terlalu parah, sih,” cetus sutradara film Ngenest dan Cek Toko Sebelah. Sekarang pertengahan Mei. Dua pekan lagi Juni.
Sepertinya, kecil sekali kemungkinan Ernest Prakasa merilis film akhir tahun ini. “Bukan nihil tapi kecil sekali kemungkinannya. Saya sampai sekarang belum bisa menjawab. Statusnya, wait and see,” pungkasnya. (JIBI)