Konsumsi Elpiji Naik 2%, BBM Turun 40%

SOLO—PT Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) IV memastikan ketersediaan dan penyaluran elpiji di wilayah Soloraya
jelang Hari Raya Idulfitri aman dan cukup.

Farida Trisnaningtyas
redaksi@koransolo.co

Pertamina MOR VI memprediksi ada­nya peningkatan konsumsi sebesar 2% selama Ramadan dan jelang Idulfitri.
Pjs. General Manager Pertamina MOR IV, Teuku Johan Miftah, mengatakan stok elpiji yang berada di Fuel Terminal Pertamina saat ini dalam kondisi aman sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat saat Hari Raya nanti.
“Rata-rata harian normal penyaluran elpiji saat ini di Soloraya berkisar di angka 750 metrik ton [MT] dan akan naik menjadi 763 MT. Jumlah tersebut tidak berbeda jauh dari Ramadan dan Idulfitri 2019 yang berkisar di angka 760 MT per hari,” katanya, kepada wartawan, Selasa (19/5).
Johan menjelaskan untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan permintaan elpiji khususnya ukuran 3 kg bersubsidi (PSO), Pertamina mengimbau kepada masyarakat untuk tetap patuh pada aturan yang telah ditetapkan dan tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan. Menurutnya, jika nantinya terjadi lonjakan permintaan elpiji 3 kg bersubsidi, maka Pertamina bersama pemerintah daerah dan instansi terkait akan berkoordinasi untuk mengalokasikan pasokan tambahan dengan tidak mengurangi jumlah kuota yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.
Sebagai catatan, elpiji 3 kg diperuntukkan bagi masyarakat miskin atau tidak mampu sehingga Pertamina berharap kepada warga masyarakat yang memiliki kondisi ekonomi yang baik dapat menggunakan elpiji nonsubsidi, yakni varian Bright Gas.
Di sisi lain, saat ini di wilayah Soloraya Pertamina memiliki lebih dari 9.501 pangkalan elpiji PSO dan 708 outlet non-PSO. Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg bersubsidi per tabung sesuai aturan pemerintah daerah adalah senilai Rp15.500. Harga tersebut untuk agen dan pangkalan yang berada di wilayah dalam radius penyaluran Stasiun Pusat Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE). Sedangkan wilayah yang berada jauh dari SPPBE akan ditambah dengan ongkos distribusi, namun tidak lebih dari Rp17.000/tabung. Bila terdapat pangkalan Pertamina yang menjual di atas HET, maka konsumen dapat melaporkannya ke aparat setempat atau melalui kontak Pertamina 135.
Pengawasan
Sementara itu, meskipun terjadi penurunan permintaan dikarenakan dampak pandemi Covid-19, PT Pertamina tetap melakukan pengawasan dan penyaluran bahan bakar umum minyak (BBM) kepada konsumen. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, konsumsi BBM di wilayah MOR IV pada 2020 menurun drastis. Pada 2019, realisasi penyaluran BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite dan Pertamax Series) meningkat 26% dari rataan harian normal 12.000 Kiloliter (KL) menjadi 15.000 KL.
Akan tetapi, pada tahun ini perkiraan rataan harian saat Ramadan dan Idulfitri untuk BBM jenis gasoline hanya berkisar di angka 9.800 KL atau turun hampir 40%. Sedangkan untuk BBM jenis gasoil (Solar dan Dex Series) juga mengalami penurunan dari tahun lalu, yakni pada 2019 rata-rata pada Ramadan konsumsi berkisar di angka 5.800 KL/hari, namun tahun ini berkisar di angka 5.000 KL atau turun 14%.
Unit Manager Comm & CSR MOR IV, Anna Yudhiastuti, menambahkan pengawasan yang dilakukan oleh Pertamina melalui MOR VI di antaranya, dengan menyiagakan satgas Rafico Pertamina hingga akhir Juni 2020. (JIBI)