LIGA 2 INDONESIA 2020 Terjerat Kasus Narkoba, Kiper PS HW Dipecat

SIDOARJO—Klub Liga 2 Indonesia, PS Hizbul Wathan (HW), mendepak kiper Choirul Nasirin setelah sang pemain menjadi tersangka kasus narkoba.
Choirul dan sejumlah pelaku lain ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur pada Senin (18/5) malam lantaran diduga terlibat dalam home industry sabu-sabu.
CEO PS HW, Dhimam Abror, membenarkan Choirul Nasirin tercatat sebagai penjaga gawang tim pada Liga 2 musim ini. Namun, Dhimam menegaskan sang kiper kini sudah diputus kontrak menyusul keterlibatannya dalam kasus peredaran narkoba.
Choirul juga tak lagi menerima gaji 20% selama kompetisi dihentikan sementara. “Langsung kami tindak tegas. Kami putus kontraknya, kami berhentikan sebagai pemain PS HW,” terang Dhimam seperti dilansir Detik.com, Senin malam.
Choirul sempat sekali membela PS HW saat melawan Persijap Jepara di awal musim Liga 2 2020. Setelah itu kompetisi vakum karena pandemi Covid-19. Dhimam mengaku kecolongan dengan keterlibatan pemainnya dalam kasus home industry sabu. Saat merekrut Choirul, manajemen padahal berharap sang pemain dapat menjadi contoh bagi para pemain muda.
Musim ini PS HW merekrut sejumlah pemain senior seperti Choirul Nasirin, Juan Revi hingga Taufik Kasrun. “Sebenarnya kami sudah melakukan tes berlapis untuk para pemain mulai tes fisik, teknik, psikologi, sampai kesehatan dan tes narkoba. Waktu itu dia hasilnya negatif. Di kasus ini kan dia pengedar ya, bisa jadi dia memang tidak memakai [narkoba] sehingga tidak terdeteksi,” ujar Dhimam.
Atas kejadian ini, Dhimam mengaku akan lebih selektif dalam memilih pemain PS HW. Choirul dikabarkan sudah meminta maaf pada klub terkait tindakan indisiplinernya. “Sudah minta maaf pada perwakilan manajemen. Dia menerima keputusan pemecatan,” ucap Dhimam.
Selain Choirul Nasirin, eks pemain Persela, Eko Susan Indarto, juga dicokok dalam kasus yang sama. Ada pula Dedi A. Manik, eks wasit yang menjabat pengurus Askot PSSI Jakarta Utara. (Chrisna Chanis Cara/JIBI)