PERSIS SOLO Berharap Lunas sebelum Lebaran

SOLO—Problem pembayaran gaji pemain Persis Solo musim ini kian berlarut. Penggawa Persis belum menerima gaji sejak April meski kini sudah memasuki akhir Mei.

Chrisna Chanis Cara
redaksi@koransolo.co

Gaji untuk Maret pun baru dibayar 15% dari penghasilan normal. Sejumlah pemain berharap gaji hingga Mei dapat dilunasi sebelum Hari Raya Idul Fitri.
PSSI telah memberi arahan tegas agar klub membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial maksimal 25% dari gaji normal selama kondisi force majeure pada Maret-Juni 2020. Namun, setelah pemberhentian sementara kompetisi pada pertengahan Maret, pembayaran gaji pemain Persis mendadak seret. Gaji untuk periode Maret baru cair awal Mei. Itu pun jumlahnya baru se­kitar 15%, jauh dari tuntutan pemain yang berharap gaji Maret di­bayarkan penuh. “Iya betul [gaji ba­ru cair Maret], sisanya belum,” ujar pemain yang enggan disebut­kan namanya saat dihubungi Espos, Selasa (19/5).
Dia terus bersabar me­nunggu pelunasan gaji yang menjadi hak para pemain. Hingga kini sang pemain menyebut belum ada kabar lebih lanjut ihwal waktu pencairan sisa gaji. Padahal Hari Raya Idul Fitri, imbuhnya, tinggal menghitung hari.
“Ini kan mau Lebaran, tentu pemain sangat berharap gajinya segera di­bayar,” ujarnya.
Seorang pemain lain juga mendo­rong komitmen manajemen untuk menunai­kan tanggung jawabnya. “Pemain sudah mengikuti instruksi klub dengan latihan mandiri secara rutin. Kami harap klub juga segera memberikan hak kami.”
Problem gaji yang tak kunjung rampung ini tentu ironis mengingat manajemen berambisi menjadikan Laskar Sambernyawa sebagai superclub. Bos Persis Solo yang baru, Vijaya Fitriyasa, bahkan sempat menjanjikan dana hingga Rp60 miliar agar Persis dapat promosi ke Liga 1 musim depan.
Vijaya belum dapat dikonfirmasi ihwal keterlambatan gaji pemain. Permintaan Espos untuk meminta konfirmasi belum kunjung direspons. CEO Persis, Azmy “Mimi” Al Qamar, juga sulit dihubungi. Sebelumnya Mimi sempat mengatakan pandemi Covid-19 membuat kondisi finansial klub cukup goyah hingga menyebabkan keterlambatan gaji pemain. “Yang jelas saya dan bos Persis [Vijaya] berkomitmen memenuhi hak pemain,” ujarnya beberapa waktu lalu. (JIBI)