Bermodal Sewa Ekskavator, Komplotan Gasak Kabel Telkom

SOLO—Sekelompok orang mencuri kabel milik PT Telkom di kawasan proyek pembangunan Flyover Purwosari atau di depan Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah (PAKYM) Jl. Slamet Riyadi pada Senin (11/5) lalu. Mereka berhasil mencuri kabel sepanjang 10 meter. Dalam melancarkan aksinya lima orang pelaku warga Kota Solo yakni AY, warga Purwosari, Laweyan, AT, warga Purwosari, Laweyan, IW, warga Gilingan, Banjasari, RA, warga Sangkrah, Pasar Kliwon, dan RS, warga Semanggi, Pasar Kliwon, bahkan menyewa ekskavator untuk kedok alasan mereka menggali saluran di lokasi.
Kasatreskrim Polresta Solo AKP Purbo Adjar Waskito saat dijumpai wartawan, Kamis (21/5), memprediksi nilai kabel yang dicuri mencapai Rp70 juta. Menurutnya, salah satu pelaku sempat berjumpa dengan petugas keamanan proyek Flyover Purwosari dan menyampaikan hendak memperbaiki saluran. Untuk meyakinkan petugas proyek, pelaku menyebut sudah berkoordinasi dengan mandor proyek.
”Kabel sepanjang sepuluh meter ini dipotong beberapa bagian. Kepada petugas keamanan proyek menyampaikan kalau pengerjaan sekitar tiga jam,” papar dia mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol. Andy Rifai. Ia menambahkan patroli dari jajaran Satlantas Polresta Solo sempat memergoki aktivitas para pelaku. Kepolisian pun mencurigai aktivitas perbaikan saluran pada malam hari. Lantas, Tim Resmob Satreskrim Polresta Solo datang untuk mengecek aktivitas itu. Polisi yang datang mencoba mencari tahu aktivitas pelaku dan mengonfirmasi hal itu kepada petugas proyek Flyover Purwosari. Ternyata, aktivitas pelaku bukan termasuk dari bagian pembangunan proyek Flyover Purwosari.
”Karena sudah ada info kalau pelaku bukan termasuk bagian proyek Flyover Purwosari kami mengecek lebih jauh. Para pelaku saat beraktivitas tidak menggunakan seragam dan identitas yang mewakili identitas Telkom. Saat petugas meminta surat tugas juga tidak ada dan saat diperiksa baru diketahui kalau mereka mencuri,” papar dia.
Ia menambahkan kepolisian langsung berkoordinasi dengan pihak Telkom Solo dan pihak Telkom menginformasi bahwa kabel yang dicuri merupakan milik Telkom. Ia menambahkan para pelaku baru pertama kali mencuri kabel itu serta tidak berkaitan dengan orang dalam. Sehingga, para pelaku tidak terkait kasus pencurian kabel dengan wilayah lain beberapa waktu lalu seperti di Kabupaten Klaten.
Satreskrim Polresta Solo masih memburu dua pelaku lain. Mereka merupakan inisiator kasus pencurian kabel di sebelah barat proyek pembangunan Flyover Purwosari itu. ”Masih dua orang pelaku, itu termasuk pelaku yang menelfon persewaan ekskavator dan inisiator kasus ini,” papar dia.
General Manager Telkom Solo Agus Faisal mengonfirmasi bahwa kabel yang dicuri oleh lima orang pelaku di sebelah barat kawasan pembangunan Flyover Purwosari merupakan kabel milik Telkom. Namun, ia menegaskan pencurian kabel itu tidak berdampak bagi pelayanan Telkom Solo. ”Kabel itu sudah tidak terpakai tetapi masih bernilai dan milik Telkom. Saat ini kami menggunakan fiber optik tetapi kabel-kabel yang dicuri itu kebetulan belum diambil oleh Telkom,” papar dia saat dihubungi Koran Solo, Kamis siang. (Ichsan Kholif Rahman)