PROGRAM BERSAHABAT DENGAN COVID Juni, Karanganyar Uji Coba Masuk Sekolah

Sri Sumi Handayani

KARANGANYAR—Pem­kab Karang­anyar akan me­la­­ku­kan uji coba pro­gram sekolah bersahabat de­ngan Covid-19 pada awal Juni atau sebelum pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020.
Bupati Karanganyar, Juliyat­mono, menuturkan telah menyeleng­garakan rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebu­dayaan (Disdikbud) Kabupaten Karang­anyar perihal PPDB 2020 dan kenaikan kelas.
Saat rapat tersebut, Bupati menyampaikan rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) di Kabu­paten Karanganyar.
Bersambung ke Hal. 7 Kol. 4
Menurutnya siswa belajar di rumah sudah cukup lama atau sekitar dua bulan.
”Saya mencoba membangkitkan spirit anak-anak. Karena selama ini offline. Guru kan tidak bisa diganti daring, teknologi apapun. Murid senang ketemu bapak ibu guru. Ini saya coba bikin simulasi kegiatan belajar mengajar di sekolah pada awal Juni nanti,” kata Juliyatmono saat berbincang dengan wartawan di ruang kerjanya, Rabu (20/5).
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Karanganyar itu berencana melakukan simulasi KBM di kelas di sejumlah sekolah. Jam masuk sekolah siswa akan dibagi menjadi pagi dan siang.
Dia mencontohkan siswa masuk pukul 08.00 WIB dan pulang pukul 11.30 WIB pada sif pertama. Siswa yang masuk pada sif kedua dijadwalkan masuk pukul 12.30 WIB hingga pukul 15.30 WIB.
”Uji coba satu sampai dua sekolah dulu awal Juni. Masuk dibuat bergilir untuk mengatur jarak tempat duduk di kelas supaya tidak berhimpitan. Jadi misal satu ruang 40 siswa menjadi 20 siswa saja per kelas. Ingin uji coba itu sebelum kenaikan kelas atau PPDB,” tutur dia.
Yuli, sapaan akrabnya, berharap simulasi itu dapat membantu pelajar memahami protokol pencegahan persebaran Covid-19 selama belajar di sekolah. Mereka tetap boleh belajar di sekolah tetapi wajib mengenakan masker, menjaga jarak antarteman, rajin cuci tangan pada air yang mengalir, dan menjaga kesehatan.
”Kami minta anak-anak masuk supaya di sekolah mau belajar menjaga jarak, memakai masker. Itu yang saya sebut bersahabat dengan Covid-19. Bikin peradaban baru, yakni belajar tentang kesehatan, menghilangkan kejenuhan di rumah. Sampel di beberapa kecamatan lalu kami lihat reaksi anak-anak. Belajar berdamai dengan Covid-19,” jelas dia.
Kepala Disdikbud Karanganyar, Tarsa, menyampaikan kekhawatiran perihal pembelajaran melalui daring. Salah satunya adalah konsentrasi dan komitmen setiap anak berbeda saat belajar secara langsung dengan guru. Oleh karena itu, Pemkab berencana menyimulasikan cara belajar bersahabat dengan Covid-19.
”Budaya baru hidup di tengah Covid-19. Pakai masker, cuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, dan jaga kesehatan. Akan kami simulasikan di sekolah. Pembelajaran di rumah secara daring kan hingga 29 Mei. Kemungkinan awal Juni uji coba karena 13 Juli itu sudah tahun ajaran baru. Persiapan setelah Lebaran ini merubah budaya pola hidup di sekolah,” tutur Tarsa.
Tetapi, Disdikbud Karanganyar harus memastikan sarana kesehatan di sekolah lengkap. Seperti penyemprotan lingkungan sekolah secara rutin, protokol kesehatan, peralatan penunjang, dan lain-lain. Tarsa mencontohkan sekolah wajib mengadakan thermometer gun untuk mengecek suhu tubuh siswa maupun guru dan tenaga pendidikan sebelum masuk lingkungan sekolah.