Takut Ditagih, Minta Perlindungan Polisi

JAMBI—Acara konser Berbagi Kasih Bersama Bimbo, Bersatu Melawan Corona yang digelar MPR bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan BNPB, Minggu (17/5) lalu, menyisakan masalah. Selain dikecam publik karena pengisi acara mempertontonkan kegiatan yang tidak menjaga jarak, ternyata pemenang lelang motor listrik Presiden Joko Widodo juga bukan seorang pengusaha, melainkan warga miskin.
Bersambung ke Hal. 7 Kol. 4
Bahkan, pemenang lelang bernama Muhmmad Nuh, warga Jambi itu meminta perlindungan ke polisi karena takut ditagih karena memenangkan lelang senilai lebih dari Rp2,2 miliar tersebut.
Kapolda Jambi Irjen Firman Setyabudi mengatakan Muhammad Nuh tidak bermaksud menipu dengan tidak membayar Rp2,55 miliar setelah ditunjuk menjadi pemenang lelang motor listrik Gesits yang ditandatangani Presiden Jokowi. Dia mengatakan M Nuh tidak paham dengan acara lelang yang diikutinya.
”Tidak ada unsur penipuan dan sebagainya. Semata-mata karena tidak paham dan salah persepsi pada acara yang digelar,” ujar Irjen Firman, Kamis (21/5).
Dia juga meluruskan informasi yang menyebut M Nuh adalah seorang pengusaha di Jambi. M Nuh termasuk orang tidak mampu. Bahkan M Nuh, menurutnya, harus mendapat bantuan sosial di tengah pandemi Corona (Covid-19) ini. ”Pak Nuh termasuk warga yang harus mendapat bantuan sosial,” ucap dia.
Sebagaimana diketahui, pada akhir konser Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengakhiri penawaran di harga Rp2,55 miliar. Pemenang lelangnya adalah M Nuh, warga Jambi. Di akhir acara total donasi berhasil dikumpulkan adalah sebesar Rp 4.003.357.815. Rencananya hasil lelang tersebut juga akan didonasikan untuk pekerja seni yang terdampak Covid. (detik/JIBI)