KENORMALAN BARU Tempat Wisata Segera Dibuka

SOLO—Perum Perhutani KPH Surakarta berencana membuka kembali puluhan tempat pariwisata bernuansa alam di Soloraya dalam waktu dekat.

Kurniawan
redaksi@koransolo.co
“Menghadapi the new normal seperti anjuran pemerintah tadi pagi ada pengawasan dari dewan pengawas, bahwa terhitung mulai 5 Juni Perhutani secara keseluruhan sudah diminta menerapkan the new normal,” tutur Administratur Perhutani KPH Surakarta, Sugi Purwanta, saat ditemui Koran Solo seusai sosialisasi di kantornya di Jl. Gajah Mada Solo, Jumat (29/5).

Sugi menerangkan sosialisasi diperlukan untuk menyiapkan semua elemen menghadapi penerapan kenormalan baru. Poinnya bagaimana tugas Perhutani bisa terlaksana dengan baik dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Menurut Sugi, sosialisasi dilakukan dengan pertemuan langsung dan video conference. “Lebih banyak dengan video conference. Yang terpenting bagaimana semua materi sosialisasi bisa tersampaikan dengan baik kepada mereka,” imbuh dia.
Persiapan lain yang tengah dilakukan Perum Perhutani KPH Surakarta yakni rencana pembukaan objek-objek pariwisata di wilayah Perhutani KPH Surakarta. Perum Perhutani KPH Surakarta sudah berkoordinasi dengan Pemkab Karanganyar.
“Kami sudah koordinasi dengan Pemkab Karanganyar dan pengelola wisata di Lawu utara. Bagaimana kami akan membuka destinasi pawisata ke depan. Tapi akan dilakukan persiapan-persiapan yang dbutuhkan,” ujar dia.
Penuturan senada disampaikan Yunior General Manajer Bisnis Perum Perhutani KPH Surakarta, Johanes Cahyono Aji. Menurut dia memang belum ada kepastian kapan tempat-tempat pariwisata Perhutani dibuka.
Tapi persiapan penerapan penormalan baru sudah mulai dilakukan melalui koordinasi dengan organisai perangkat daerah (OPD) di daerah. Termasuk penyiapan protokol kesehatan yang diperlukan saat tempat pariwisata itu dibuka.
“Saat ini memang belum ada edaran kapan pariwisata dibuka. Tapi protokol The New Normal sudah ada untuk mencegah persebaran Covid-19. Kami sudah koordinasi dengan beberapa intansi di daerah dan asosiasi pengelola wisata,” urai dia.
Cahyono menerangkan ada 40 tempat pariwisata yang berada di wilayah Perum Perhutani KPH Surakarta. Tempat-tempat wisata yang ada di Klaten, Wonogiri dan Karanganyar itu ditutup sejak terjadi pandemi Covid-19 di Solo Raya.
Pemerintah Kabupaten Karang­anyar berjanji akan menormalkan aktivitas pada sektor pariwisata dalam waktu dekat. Meskipun dinormalkan kembali dan boleh dibuka, namun ada beberapa aturan yang nanti harus dipatuhi pengelola untuk antisipasi persebaran Covid-19.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menjelaskan pekan depan destinasi pariwisata swasta dan BUMD akan dibuka kembali. Namun, dia menegaskan akan ada aturan yang harus dipatuhi sebagai kompensasi.
“Pekan depan rencananya akan kami normalkan kembali aktivitas untuk sektor pariwisata. Tapi akan ada rambu-rambu untuk mereka. Seperti kalau biasanya bisa menampung 1.000 pengunjung pas momen saat ini ya jangan segitu juga jumlahnya. Harus dikurangi untuk pembatasan fisik. Jadi ada jarak tidak berjubel ramai,” kata dia.
Salah satu cara untuk kontrol tersebut menurutnya bisa dilakukan dengan cara sistem memesan tiket sesuai kuota yang disediakan.
Sehingga, tidak akan terjadi fenomena pengunjung yang sudah terlanjur datang tidak bisa menikmati wisata karena harus pulang. Pengelola dituntut untuk menginformasikan hal tersebut melalui sosial media atau website masing-masing secara update.
“Jadi kalau dibatasi contohnya Grojogan Sewu jatah pembatasannya 250 pengunjung setiap harinya nanti tiket disediakan segitu dan harus diinfokan ke publik. Jangan sampai nanti ada yang kecele pas datang,” imbuh dia.
Untuk menerapkan hal tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa perwakilan pengelola pariwisata di Karanganyar. Sehingga, pola tersebut bisa diadopsi di semua destinasi wisata di Karanganyar.
“Kemarin kami baru berkoordinasi. Ada dari perwakilan Tawangmangu untuk persiapan besok kalau sudah dibuka nantinya,” ucap dia.
Terpisah, petugas Humas Agrowisata Taman Sondokoro, Teguh Sinung Nugroho, mengatakan saat ini rencana untuk membuka wisata masih dalam tahap koordinasi oleh direksi. Kemungkinan besar destinasi wisata milik Pabrik Gula Tasikmadu tersebut akan beroperasi mulai Senin (8/6).
“Salah satu koordinasinya kemungkinan untuk persiapan new normal. Jadi kami belum bisa memastikan kapan akan buka kembali,” ucap dia.
Sebelumnya, destinasi wisata di Karanganyar terpaksa ditutup sementara lantaran adanya wabah Covid-19. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah pencegahan agar masyarakat tidak berkumpul di satu tempat. (Candra Mantovani)