Fashion Show Virtual Boleh Juga

Ika Yuniati
redaksi@koransolo.co

emenjak pandemi coronavirus (Covid-19) ditetapkan sebagai bencana nasional, hampir semua agenda runway ditiadakan. Tak ada lagi kabar perilisan koleksi baju baru di area catwalk yang disiarkan beberapa bulan terakhir. Busana anyar seolah bukan lagi jadi prioritas di momen Ramadan dan Lebaran tahun ini.
Merespons hal tersebut, beberapa desainer muda da­ri Divisi Milenial Asosiasi Pe­rancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) menggagas konsep fashion show baru yang berpusat dari rumah. Semua video digabungkan, kemudian diedit dalam satu frame menjadi virtual fashion show yang disebarkan di media sosial.
Wakil Ketua Umum APPMI bidang milenial, Wahyoe Abraham, saat diwawancarai Koran Solo pekan lalu mengatakan mereka ingin berbagai energi keceriaan serta memberikan wadah bagi para desainer yang mulai bosan di rumah saja. Selain itu, juga hiburan bagi fashionista yang mungkin sudah lama tak mengganti isi lemari.
“Tema yang diusung lebih ke cheerful di masa ini, orang sudah mulai bosan, jarang ganti isi wardrobe. Dengan event ini [fashion show virtual], kami ingin mengajak semuanya un­tuk bersemangat lagi. Bagi desainer maupun mereka yang menyaksikan,” terang Wahyoe.
Busana yang dipamerkan beragam. Khususnya di momen Lebaran ini, beberapa desainer mengeluarkan koleksi modest wear dengan berbagai potongan. Mayoritas memilih gaya kasual sederhana dengan model se­telan. Vini Alya Hapsari misalnya, menampilkan setelan blus dan rok panjang warna krem. Ia menambahkan variasi berupa layer selendang berbahan satin di bagian atasan, dan jahit bertumpuk pada bawahan. Sementara, Frederika Chyntia hanya menampilkan setelan kulot hitam dan blus merah muda tanpa aksesori tambahan.
Desainer muda lainnya, Nilla Rizky, menampilkan koleksi Lebaran seperti pada umumnya yakni gamis biru muda yang dilengkapi dengan aksesori glamor di bagian dada. Ia tampil nyentrik dengan menggunakan kebun samping rumah sebagai latar fashion show virtualnya.
“Latar fashion show-nya memang beda-beda. Yang penting konsepnya di rumah saja. Modelnya juga seadanya, karena kalau model profesional nanti malah mengundang kerumunan. Saya rasa konsep ini justru menarik. Menjadi momen bagi kita semua untuk menampilkan desainer-desainer daerah yang sebelumnya harus ke ibukota kalau mau gabung acara.”