Anak Remaja Belum Mau Dikhitan

Saya memiliki anak yang saat ini duduk di kelas II SMP. Namun anak saya belum mau dikhitan. Sebagai orang tua khawatir dengan kondisi anak saya mengingat anak saya sudah masuk usia remaja. Mohon saran bagaimana memotivasi anak agar mau dikhitan. Terima kasih.

Slamet, Solo.

Khitan bagi anak memang memerlukan kesiapan mental. Kesiapan tersebut dipengaruhi sosial, pribadi dirinya, dan pengetahuannya tentang khitan. Orang tua perlu mengkondisikan sehingga ketika anak diajak untuk khitan dia sudah siap.
Kesiapan mental yang perlu dipersiapkan antara lain pengetahuan anak tentang khitan. Anak remaja tentunya sudah paham mengenai manfaat khitan. Coba ajak diskusi tentang hal itu. Seperti bahaya jika tidak khitan, kaitkan dengan masa depan anak terutama nanti kalau sudah berkeluarga. Secara sosial anak juga perlu dipersiapkan dengan banyak bergaul dengan teman teman sebayanya. Anak biar tahu jika kawan-kawannya sudah pada khitan, sehingga muncul rasa malu.
Faktor lainnya adalah pengetahuannya tentang proses khitan. Coba ditanya apakah anak memiliki rasa takut saat dikhitan disebabkan karena proses khitan yang menyakitkan. Jika ya , orang tua bisa memberikan gambaran bahwa khitan sekarang ini ada berbagai cara. Berikan gambaran ini sehingga anak bisa memilih dan memiliki keberanian untuk khitan.
Pemaksaan anak untuk khitan dengan ancaman sebaiknya dihindari. Bagi sebagian anak mungkin efektif, tapi bagi sebagian lainnya anak akan berbahaya ketika proses khitan berlangsung. Bahkan anak bisa melarikan diri saat mau dikhitan. Jadi yang paling penting adalah bagaimana orang tua mempersiapkan mental anak agar bersedia dikhitan.
Memberikan hadiah bisa menjadi motivasi bagi anak agar bersedia dikhitan. Membuatkan acara syukuran khitan juga bisa menjadi pendorong bagi anak untuk bersedia dikhitan. Karena biasanya anak akan mendapatkan banyak uang dan hadiah dari tetangga dan keluarga. Saran ini mungkin agak janggal tapi memang demikianlah dunia anak-anak yang menginjak remaja, mereka akan menimbang untung rugi secara sederhana.
Semoga saran sederhana ini dapat dipraktikkan dan anak dengan kemauan sendiri meminta untuk segera dikhitan.

Setiyo Purwanto