”Jangan Berkerumun Saat Sembelih Hewan Kurban!

JAKARTA—Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Agus Samsudin mengingatkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dan jangan berkerumun saat penyembelihan hewan kurban.
”Panitia disarankan menambah lokasi penyembelihan atau mengatur waktu penyembelihan untuk mengurangi kerumunan dalam satu waktu dan tempat,” kata Agus dalam jumpa pers daring yang dipantau pada Rabu (24/6). Agus mengimbau takmir masjid membuat kepanitiaan sistematis agar dapat menjalankan protokol dengan baik termasuk menjamin penggunaan alat pelindung diri (APD) saat proses penyembelihan.
APD yang sangat disarankan, kata dia, di antaranya masker yang digunakan secara benar dengan menutup mulut dan hidung selama di lokasi, sarung tangan karet baru sekali pakai, menggunakan kaca mata pelindung atau face shield, tidak merokok, dan menjaga jarak aman sesama warga lebih kurang 1,5 meter–2 meter.
Warga kalangan rentan dan sakit juga harus tetap tinggal di rumah dan tidak menghadiri ritual penyembelihan kurban. Kalangan rentan itu seperti anak-anak, orang lanjut usia, orang sakit menahun, sakit flu, demam, sakit tenggorokan dan lain-lain. ”Panitia menyediakan air mengalir, sabun, hand sanitizer, masker, face shield, dan sarung tangan karet sekali pakai,” kata dia.
Pelaksanaan penyembelihan yang melibatkan banyak orang, kata dia, sebaiknya dilakukan di daerah yang dinyatakan aman (zona hijau) oleh pemerintah. Kendati begitu, dia sangat menyarankan sebisa mungkin pelaksanaan kurban agar dilakukan di rumah pemotongan hewan atau lembaga terkait untuk mengurangi konsentrasi massa.
”Apabila panitia akan mendistribusikan hewan kurban ke tempat atau daerah lain, sebaiknya diberikan dalam bentuk hewan yang belum disembelih, bukan berbentuk daging,” kata dia. (bisnis.com/JIBI)