Tambah 2 Kasus, 16 Kecamatan di Grobogan Jadi Zona Merah

PURWODADI—Jumlah pasien positif virus corona jenis baru atau Covid-19 di Kabupaten Grobogan bertambah dua orang. Saat ini dari 19 kecamatan yang ada di Grobogan, 16 kecamatan masuk kategori zona merah.
Menurut Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Grobogan Endang Sulistyoningsih, pada Rabu (24/6) ada dua tambahan pasien positif. Yakni dari Kecamatan Tawangharjo dan Kecamatan Tegowanu. “Berdasar hasil uji swab yang kami terima ada penambahan dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Yakni Tuan AK, 61, warga Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo dan Ny. RN, 48, warga Desa Curug, Kecamatan Tegowanu,” jelas Endang.
Tuan AK, lanjut Endang, merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) di RS Permata Bunda Purwodadi karena memiliki riwayat perjalanan dari daerah yang memiliki kasus Covid-19. Kemudian dilakukan uji swab, hasilnya menyatakan yang bersangkutan positif terjangkit virus corona baru. “Tuan AK adalah pasien positif pertama dari Kecamatan Tawangharjo. Kemudian Ny. RN, merupakan kontak erat dengan pasien Covid-19 yang sudah meninggal dari hasil tracing,” katanya.
Dijelaskan Endang, hingga saat ini dari 19 kecamatan masih ada tiga kecamatan masuk zona kuning. Yakni Kecamatan, Kradenan, Geyer, dan Klambu sedang sisanya (16 kecamatan) sudah zona merah. “Khusus di Kecamatan Geyer semula zona merah, namun pasien pertama Covid-19 dari kecamatan tersebut sudah dinyatakan sembuh sehingga menjadi zona kuning,” imbuh Endang
Dengan adanya tambahan dua orang positif membuat total kasus Covid-19 di Kabupaten Grobogan ada 75 orang. Rinciannya, 24 orang dinyatakan sembuh, 38 orang masih dirawat, dan 13 orang meninggal dunia. Satu hari sebelumnya, Selasa (23/6) Grobogan sempat nihil kasus. Namun pada Senin (22/6), ada tambahan sembilan pasien positif Covid-19 dari tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Penawangan ada enam orang, Kecamatan Tegowanu ada dua orang, dan Kecamatan Purwodadi ada satu orang. (Arif Fajar Setiadi/semarangpos.com/JIBI)