LIGA SERI-A ITALIA Melapangkan Jalan Rival

BERGAMO—Lazio dan Inter Milan dalam suasana mendung. Mereka membuang peluang untuk terus menguntit Juventus dalam perburuan scudetto.

Chrisna Chanis Cara
redaksi@koransolo.co

Kedua rival Juve tersebut tergelincir pa­da pekan ke-27 Liga Seri-A Italia. Lebih menyakitkan lagi, Lazio dan Inter gagal menang setelah sempat memimpin alias unggul gol atas lawan-lawan mereka.
Lazio yang butuh tiga angka untuk me­ngembalikan jarak satu poin dengan Juventus di puncak klasemen sempat dalam euforia setelah unggul 2-0 dari Atalanta ketika laga belum genap 15 menit. Gol bunuh diri Marten de Roon dan aksi Sergej Milinkovic-Savic membuat Si Elang di atas angin dalam duel di Stadion Gewiss, Kamis (25/6) dini hari WIB.
Namun, tuan rumah menciptakan come­back sensasional dengan mencetak tiga gol beruntun via Robin Gosens, Ruslan Malinovskiy dan Jose Palomino.
Inter tak kalah apes. Sempat memimpin 2-1 dan 3-2 saat melawan Sassuolo di Giu­seppe Meazza, Kamis dini hari WIB, Nerazzurri harus puas berbagi angka setelah Giangiacomo Magnani mencetak gol telat tim tamu semenit jelang bubaran. Peluang Inter untuk merebut scudetto pun kian tipis karena mereka tertinggal delapan po­in dari Juve.
Persaingan menuju gelar musim ini me­mang masih terbuka dengan 11 laga ter­sisa. Namun, Pelatih Lazio, Simone Inzaghi, mengakui situasi lebih sulit setelah kekalahan dari Sang Dewi, julukan Atalanta.
“Kalah di laga penting tentu menyisakan penyesalan. Start kami bagus dan langsung unggul 2-0, bahkan punya kans mencetak gol ketiga,” rutuk Inzaghi.
Kondisi stamina pemain juga di­klaim men­­jadi faktor kegagalan Lazio memper­tahan­kan keunggulan. Sejumlah pemain inti seperti Luis Alberto, Danilo Cataldi dan Joa­quin Correa tak bisa bermain sepanjang pertandingan karena kelelahan. Namun, Lazio menegaskan tetap akan berjuang untuk mengejar Bianconeri di sisa musim. “Titel juara sedikit menjauh, tapi kami ma­sih punya 11 laga, 33 poin. Kami ha­rus menang lagi,” ujar Inzaghi.
Juventus berpeluang memperlebar jarak dari Lazio menjadi tujuh angka jika mampu menggilas Lecce di Turin, Sabtu (27/6) di­ni hari WIB. Jika skenario ini terwujud, Juventus berpotensi tak terkejar hingga akhir musim. Apalagi Si Nyonya Tua punya performa yang stabil di Seri-A sejak awal musim. Sementara itu, Pelatih Inter, Antonio Conte, murka setelah timnya ditahan imbang 3-3 tim papan tengah, Sassuolo.
Conte semakin kecewa karena Inter se­ja­tinya punya peluang mengunci keme­nangan le­wat keunggulan 3-1. Namun hal itu urung terjadi setelah sepakan Roberto Gagliardini di depan gawang kosong pada menit ke-62 hanya membentur mistar.
“Kami harus membayar mahal atas ke­salahan kami yang naif. Namun kami ha­rus terus mencoba memenangi semua pertandingan tersisa, apa pun yang terjadi,” tegas Conte. (Chrisna Chanis Cara/JIBI)