Anak TK Suka Berkata Jorok dan Kasar

Anak saya berusia 4 tahun belajar di TK yang ada di kampung. Anak saya kini juga mulai senang bermain dengan anak tetangga seusianya. Di kampung kami warga guyub rukun termasuk momong bareng anak-anak.
Namun ada hal yang membuat saya terkejut. Sejak suka main, anak saya tiba-tiba suka berkata jorok dan kasar. Apakah dia tahu atau tidak yang dikatakannya, namun saya sering memarahi ketika anak berkata jorok dan kasar. Tapi kalau saya marahi dia hanya menangis. Apakah salah kalau saya memarahi anak karena perbuatannya itu. Bagaimana anak belajar berperilaku seperti itu.

Sri Mulani, Sragen

Proses tumbuh kembang anak adalah suatu proses yang selalu terkait dengan belajar. Anak akan menjadi apa atau menjadi seperti apa, sangat tergantung pada bagaimana ia belajar. Jika dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan. Namun jika dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki dengan kata kata yang jorok dan kasar.
Besar kemungkinan anak Anda berperilaku seperti itu karena pengaruh lingkungan. Lingkungan itu adalah keluarga besar Anda sendiri, yaitu para “pengasuh” yang ada di kiri-kanan kehidupan keluarga Anda.
Keluarga juga menjadi sumber inspirasi utama proses pembelajaran anak dalam menemukan, membentuk, dan mendesain kepribadiannya. Anak akan menggunakannya saat berinteraksi dengan orang-orang di luar keluarganya. Kualitas kehidupan keluarga mempengaruhi proses tumbuh kembang anak. Anak belajar dari apa yang ia dengar, yang dilihat, dan yang dirasakan dalam keluarganya.
Perilaku anak terbentuk melalui proses pembelajaran sosial terutama melalui mekanisme imitasi (modeling) dan identifikasi. Orang tua sebagai figur sentral harus berhati hati dalam bertutur kata atau berbuat. Sebab apa yang diatakan oleh orang tua akan didengar, direkam, dicatat, dan ditirukan anak dalam perilakunya. Ingat anak adalah imitator (peniru) ulung. Jadi saat proses tumbuh kembang anak, orang tua harus mampu menjadi suri tauladan.
Mengenai salah atau tidak memarahi anak dalam masalah ini, situasinya sangat situasional. Karena kemungkinan anak mengerti arti atau makna kata (jorok/kotor) yang diucapkan itu sangat kecil, Anda sebaiknya tidak perlu marah. Tapi ajarkan hal baik dan mintalah anak untuk tidak mengulang hal itu. Jelaskan arti kata kata yang diucapkan, sehingga anak paham kenapa tidak boleh diucapkan. Semoga bermanfaat.