Driver Ojol Amankan Senar Gelasan

KARANGANYAR—Decky Yoga Prasetya, 28, warga Ngemplak, Boyolali, dan Dwi Waspodo, 23, warga Banyudono, Boyolali, yang merupakan pengemudi ojek online (ojol) mengamankan benang layangan yang tersangkut di pohon di kawasan eks Pabrik Gula Colomadu pada Sabtu (27/6) siang.

Ichsan Kholif Rahman
redaksi@koransolo.co

Dua pemuda asal Boyolali yang biasa menunggu orderan di kawasan Colomadu, Karanganyar, itu khawatir benang layangan jenis senar gelasan itu menimbulkan korban seperti di Mojosongo dan Sumber, Solo, beberapa waktu lalu. Apalagi lokasi tersebut berada di Jl. Adisucipto yang ramai lalu lalang pengguna jalan.
”Waktu saya menongkrong di kawasan eks PG Colomadu, pagi-pagi itu belum ada. Tetapi siang tahu-tahu sudah ada benang layangan. Panjangnya sampai belasan meter. Lalu kami berinisiatif mengambil benang itu, takutnya kalau terbang melintang di jalan terus mengenai orang lain,” papar Decky kepada Koran Solo, Sabtu.
Decky bercerita benang layangan berwarna kuning itu tersangkut di sebuah pohon. Ia menyebut ada layangan yang tersangkut di pohon itu. Ia lantas berinsiatif memotong benang layangan itu.
”Jadi pakai sarung tangan waktu memutusnya. [Benang] Cukup tajam. Memang tidak menyobek sarung tangan, tetapi sayatannya membekas di sarung tangan,” papar Decky.
Ia mengaku baru kali pertama mengamankan benang layangan. Apalagi, ia mengetahui kabar seorang pemuda yang meninggal dunia akibat benang layangan. Kemudian, disusul warga Sumber dan warga Bolon, Colomadu, yang terluka di bagian kaki seusai tersayat benang layangan.
”Benang itu langsung saya gulung di batu lalu saya buang. Jangan sampai ada kecelakaan beruntun akibat benang ini,” ujar Decky.
Ia menambahkan sebagai driver ojol, intensitas di jalan cukup tinggi. Ia turut memanfaatkan hal itu untuk mengawasi di setiap sudut jalan apabila ditemukan benang layangan yang melintang.
”Sekalian lihat-lihat di jalanan, kalau menemukan lagi saya amankan. Jangan sampai ada korban, karena tidak tahu siapa yang akan jadi korban, entah teman atau saudara itu bisa saja,” ujar dia.
Ia berharap masyarakat lebih berhati-hati apabila sedang berkendara. Lalu, ia berharap masyarakat turut berperan aktif ketika menemukan benang layangan melintang dapat diambil.