Kapolres: Bongkar 206 Tugu Persilatan!

SRAGEN—Lebih dari 206 tugu perguruan silat di Kabupaten Sragen akan dirobohkan. Langkah itu untuk mengantisipasi aksi pengrusakan tugu yang belakangan marak terjadi akibat gesekan di masyarakat.
Demikian disampaikan Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, seusai memimpin rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) bersama tiga perwakilan perguruan silat di Ruang Sukowati, kompleks Setda Sragen, Jumat (26/6).
Tiga perguruan silat yang hadir pada kesempatan itu adalah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sragen kubu Jumbadi, PSHT Sragen kubu Surtono, dan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti Sragen yang diketuai Waluyo.
Pertemuan tersebut menyepakati semua tugu perguruan silat yang berdiri di tepi jalan umum harus dibongkar. Belakangan kerap terjadi aksi pengrusakan tugu perguruan silat yang dipicu informasi bernada provokasi di media sosial.
“Pembongkaran semua tugu perguruan silat itu dilakukan sesuai kesepakatan bersama. Hari ini [Jumat] kami baru mengundang PSHT [dua kubu] dan IKSPI. Tapi Senin [29/6], semua perwakilan perguruan silat akan kami kumpulkan. Semua harus berkomitmen untuk menjaga Sragen  kondusif,” terang Kapolres saat ditemui wartawan seusai acara.
Pada awalnya, Kapolres Sragen memberi tenggat sepekan bagi semua perguruan silat untuk membongkar tugu yang sudah mereka bangun. Namun, sejumlah perwakilan dari perguruan silat meminta waktu lebih longgar karena perlu menyosialisasikan hal itu kepada semua anggota. Terlebih, tidak semua wakil perguruan silat ikut hadir dalam pertemuan yang digelar di Ruang Sukowati Setda Sragen tersebut.
Tenggat pembongkaran semua tugu perguruan silat baru diputuskan dalam pertemuan Senin depan. “Kami tetap ingin dalam sepekan ke depan sudah ada progres. Barangkali pembongkaran tugu bisa diprioritaskan di tempat-tempat yang paling mencolok dan berpotensi menjadi sasaran aksi pengrusakan,” ucap Kapolres.
Saat ini terdapat 187 tugu perguruan silat milik PSHT Sragen dan 19 tugu milik IKSPI Kera Sakti. Dari dua perguruan silat itu, terdapat 206 tugu perguruan silat yang harus dirobohkan. Jumlah itu belum termasuk dengan tugu dari perguruan silat lain seperti Pagar Nusa, Cempaka Putih dan lain-lain.
Provokasi
Ketua PSHT Sragen, Jumadi, menilai aksi pengrusakan tugu perguruan silat terjadi karena provokasi yang muncul melalui pesan berantai. Dia mengakui pengurus PSHT Sragen kesulitan mengendalikan anggotanya yang berjumlah ribuan. Kadang kala mereka bergerak tanpa melalui instruksi dari pimpinan.
“Sepanjang malam kami terus berusaha mengendalikan massa supaya mereka mau bubar. Namun, sulit mengendalikan massa sebanyak itu. Pengrusakan tugu terjadi karena provokasi di media sosial atau WhatsApp,” papar Jumbadi.
Meski tak pernah terlibat konflik, perguruan silat Pagar Nusa (PN) Sragen yang bernaung dibawah Tayasan Nahdlatul Ulama terkena getahnya.
“Saya belum tahu perintah untuk membongkar semua tugu perguruan silat karena memang tidak diundang dalam pertemuan bersama Kapolres . Secara organisasi, saya perlu merapatkan dulu dengan jajaran pengurus untuk menyikapi hal itu,” terang Ketua Pimpinan Cabang PN Sragen, M. Irfan Chumaidi, kepada Koran Solo, Jumat.
Dalam waktu dekat, Irfan mengumpulkan pengurus untuk menyikapi perintah pembongkaran semua tugu perguruan silat di Bumi Sukowati. Menurutnya, terdapat lebih dari 10 tugu milik PN Sragen. Sebagian dibangun pada lima tahun lalu. Sebagian baru dibangun dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini PN Sragen  berencana membangun beberapa tugu baru secara swadaya.
“Untuk membangun tugu dibutuhkan biaya yang bervariasi, Rp8 juta hingga Rp10 juta. Tapi kalau demi menjaga Sragen tetap kondusif, secara pribadi, saya tidak keberatan tugu yang kami miliki dibongkar. Itu juga demi menjaga kerapian dan keindahan lingkungan,” papar Irfan.  (Moh. Khodiq Duhri)