Pantang Mengemis di Usia Senja

 

Ponco Suseno

KLATEN—Usia tua tak menghalangi Siti Rohimah, 80, untuk terus bekerja. Apa pun akan dilakukan perempuan sepuh ini asal memperoleh rezeki halal.
Siti Rohimah meyakini Tuhan telah mengatur rezeki bagi hamba-Nya. Sebagai seorang penjual mainan, Siti Rohimah selalu mensyukuri berapa pun uang yang diperoleh setiap harinya.
Meski berpenghasilan tak menentu setiap hari, Siti Rohimah tetap tekun menjajakan barang dagangannya, yakni kitiran. Jumat (26/6), Siti Rohimah baru tiba di ”lapaknya” di seberang jalan dari Klinik Pratama Rawat Jalan Polres Klaten di Jl. Pramuka No. 42 Klaten.
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 1
Lahan yang digunakan Siti Rohimah menjajakan barang dagangannya tak seperti penjual pada umumnya.
Pagi itu, Siti Rohimah membawa puluhan kitiran plastik. Siti Rohimah menancapkan kitiran itu ke tanah di taman yang tak jauh dari Mapolsek Kota Klaten itu.
Berikutnya, Siti Rohimah ikut duduk ”nyempil” di tengah taman. Sembari menunggu pelanggan yang bersedia membeli barang dagangannya, Siti Rohimah hanya ditemani sebotol air mineral. Aktivitas berjualan kitiran untuk anak-anak itu dimulai pukul 09.00 WIB-15.30 WIB.
”Biasanya saya bawa 100 buah kitiran. Tapi yang saya bawa saat ini tidak mencapai 100 buah. Kitiran ini saya jual Rp5.000 per buah. Per hari, rata-rata bisa menjual 10 buah,” kata Siti Rohimah, saat ditemui wartawan kemarin.
Siti Rohimah merupakan seorang janda yang tinggal di Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah. Sehari-harinya, Siti tinggal bersama salah seorang keponakannya, Topo.
Di tahun 1982, Siti Rohimah bercerai dengan suaminya. Pascacerai, Siti Rohimah yang punya dua anak tinggal sendiri di Klaten. Dua anaknya memilih tinggal bersama bekas suaminya di Ujung Pandang.
Jauh sebelum bekerja sebagai penjual kitiran, Siti Rohimah pernah berjualan kain. Lantaran biaya produksi yang mahal sekaligus minimnya modal, usaha yang digeluti Siti Rohimah gulung tikar.
Sejak tiga bulan terakhir, Siti Rohimah memilih berjualan kitiran. ”Hasil dari menjual kitiran ini tidak bisa ngarani. Sedapatnya saja. Yang penting halal. Hasil dari penjualan ini untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya.
Anggota Polres Klaten, Briptu Eka, kemarin membeli dagangan Siti Rohimah. Bersama seorang temannya, Briptu Eka membeli empat buah kitiran. ”Saya kasihan saat melihat embahnya berjualan di pinggir jalan seperti itu. Kitiran yang saya beli, akan saya taruh di kantor. Sekilas, semangat kerja untuk mencari nafkah dari embahnya patut ditiru. Meski sudah sepuh, masih tetap semangat mencari rezeki yang halal,” katanya.