Sarlinmas Pantai Dibekali APD Standar Covid-19

BANTUL—Semua anggota Search and Rescue (SAR) Perlindungan Masyarakat atau Sarlinmas yang bertugas menjaga objek wisata pantai di Bantul, dibekali dengan alat pelindung diri (APD). Selain itu mereka juga dibekali manajemen penanganan Coronavirus Disease atau Covid-19 untuk mengantisipasi objek yang ditolong terkait dengan Covid-19.
Personel Sarlinmas yang menjaga keamanan wisatawan di sepanjang pantai di Bantul berjumlah 99 orang. Mereka terbagi dalam dua wilayah kerja dibawah koordinasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), yakni Wilayah Operasi III Pantai Parangtritis sampai Pantai Depok dan Wilayah Operasi IV dari Pantai Samas sampai Pantai Pandansimo Srandakan.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta mengatakan meski masih masa pandemi dan objek wisata pantai belum dibuka secara resmi, namun wisatawan sudah mulai banyak berdatangan. Maka Sarlinmas dituntut untuk tetap bertugas menjaga keamanan dan keselamatan wisatawan selama berlibur di pantai.
Namun dalam melaksanakan tugasnya selama masa pandemi ini, Sarlinmas tidak sembarangan melakukan pertolongan pada wisatawan yang memerlukan pertolongan, melainkan perlu mengedepankan protokol penanganan Covid-19. “Misalnya ada wisatawan yang tiba-tiba pingsan di pinggir pantai apakah karena kecapaian atau karena penyakit terkait Covid-19, anggota Sarlinmas tidak sembarangan langsung menolong, melainkan harus mengenakan alat pelindung diri dan berkoordinasi tim penanganan Covid-19,” kata Yulius, seusai memimpin apel bersama Sarlinmas dan tim pengamanan gabungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Bantul di Pantai Parangtritis, Jumat (26/6).
Yulius mengatakan acuan protokol penanganan Covid-19 pada objek kecelakaan di pantai tidak berarti memperlambat pertolongan. Namun kecepatan pertolongan juga tetap menjadi utama. Hanya petugas Sarlinmas yang tadinya hanya membawa peralatan penyelamatan bagi korban juga harus mengenakan alat pelindung bagi petugas Sarlinmas atau penolong.
Setelah melakukan pertolongan pertama, Sarlinmas harus berkoordinasi dengan tim penanganan Covid-19 lewat Public Safety Center (PSC) 119 atau layanan kedaruratan milik Dinas Kesehatan Bantul. Pihaknya juga sudah membekali sejumlah APD untuk Sarlinmas seperti masker, face shield atau pelindung wajah, sarung tangan, dan pakaian khusus untuk menangani pasien Covid-19.
Yulius menambahkan, Sarlinmas saat ini tidak hanya bertanggungjawab mengingatkan wisatawan dari bahaya kecelakaan laut maupun serangan hewan laut. Namun juga bertanggung jawab mengingatkan dari bahaya Covid-19 kepada wisatawan agar wisatawan tetap mentaati protokol kesehatan selama berwisata terutama di wilayah pantai dengan mengenakan masker, selalu mencuci tangan, dan tidak berkerumun.
Kewaspadaan terhadap penularan Covid-19, kata Yulius, perlu menjadi perhatian karena penyakit yang disebabkan SARS CoV-2 itu masih mengintai di Bantul. Terbukti masih ada yang dinyatakan positif Covid-19. Dalam proses pemeriksaan rapid test massal yang digelar sejak beberapa hari terakhir juga menunjukan sejumlah orang reaktif.
Anggota Sarlinmas Wilayah III Parangtritis, Danang Asyudi mengatakan sejauh ini APD sudah disiapkan untuk semua anggota Sarlinmas sebagai persiapan ketika terjadi kecelakaan di objek wisata pantai. Kendati demikian, selama masa pandemi ini belum ada peristiwa kecelakaan laut khususnya di wilayah Pangtritis dan Pantai Depok. “Walaupun ada kekhawatiran menolong kalaua da kejadian kecelakaan tapi sudah menjadi tugas kami untuk melakukan pertolongan dan penyelamatan. Kami sudah menyiapkan diri dengan alat pelindung standar,” ujar Danang. (Ujang Hasanudin/Harian Jogja/JIBI)