Tetap Bersama Indonesia

JAKARTA—PSSI dan Shin Tae-yong telah bersepakat untuk mengakhiri konflik. Pelatih asal Korea Selatan pun dipastikan akan tetap menjadi pelatih Timnas Indonesia.

redaksi@koransolo.co

Shin sempat buka-bukaan soal PSSI di media Korea Selatan. Pelatih 49 tahun itu merasa komitmen PSSI sudah tak sama seperti pada masa-masa awalnya melatih Timnas Indonesia.
Salah satu indikasinya adalah keengganan PSSI untuk menggelar pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 di Korsel. PSSI pun menyarankan Shin untuk segera datang dan memulai pemusatan latihan Timnas Indonesia di Tanah Air.
Sebelumnya PSSI memang sempat menjanjikan pemusatan latihan di luar negeri seperti Jerman hingga Korea. Apalagi pemerintah juga siap memberikan bantuan finansial demi kepentingan Timnas Indonesia.
”Sejak pertengahan bulan lalu, kami menggelar latihan online bersama dengan lebih dari 40 pemain Timnas Indonesia U-19. Program kerja sudah disusun sampai Mei 2021, salah satunya pemusatan latihan di Jerman pada April,” kata Shin dalam wawancara eksklusifnya dengan News Join.
”Sayang [gagal digelar] karena pandemi Covid-19 merebak. Sekarang saya ingin menggelar latihan di Korea saja. Timnas Korsel bisa berbuat banyak di Piala Dunia 2002 karena persiapan dengan menghadapi tim-tim kuat,” ujarnya lagi.
Bukannya tak mau latihan di Indonesia, Shin khawatir dengan parahnya kondisi virus corona di dalam negeri. Ia menilai berlatih di Korea lebih masuk akal karena penyebaran corona di Negeri Ginseng memang relatif lebih terkendali.
PSSI kemudian bereaksi dengan membentuk Satuan Tugas Timnas Indonesia. Alasannya demi memudahkan pemantauan Timnas Indonesia berbagai kelompok usia yang sudah ditunggu banyak agenda.
Masuk Akal
Sementara itu, berbagai kalangan menilai pembentukan Satgas hanya akal-akalan PSSI saja untuk menjatuhkan Shin. Hal itu kemudian seolah terbukti kala Ketua Satgas Timnas Indonesia Syarif Bastaman mengultimatum Shin dengan pemecatan andai menolak datang ke Indonesia.
Terkait latihan di Indonesia, PSSI dan Satgas kompak menjelaskan alasan kenapa pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 tak perlu digelar di Korea. Alasannya masuk akal, tim masih dalam proses seleksi dengan jumlah 44 pemain.
Tapi simpati publik sepakbola Indonesia cenderung mendukung Shin dan mengcecam PSSI. Dukungan deras mengalir buat Shin. PSSI pun mulai melunak dengan mengundang Shin datang ke Indonesia. Lewat surat resmi, PSSI meminta Shin tiba pada Senin (29/6) besok.
”Kedatangannya [Shin] itu untuk diskusi mengenai program selanjutnya bagaimana. Secara teknis kami harus menyusun kerangka tim, setelah itu menyusun pelatihan dalam rangka seleksi pemain karena sekarang masih terlalu gemuk,” tutur Syarif Bastaman.
Tak berhenti di sana Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pun turun tangan. Ia bicara dari hati ke hati dengan eks pemain dan pelatih Seongnam Ilhwa Chunma itu secara virtual, Jumat (26/6) malam. “Malam ini mulai pukul 20.00 WIB saya bertemu secara virtual dengan Shin Tae-yong dan hanya didampingi penerjemah. Inti pertemuan itu adalah kami menyadari ada komunikasi yang tersumbat karena Covid-19. Komunikasi menjadi tidak lancar. Namun kami sudah menyepakati untuk melupakan polemik. Beliau ingin terus membangun sepak bola Indonesia khususnya tim nasional,” ujar Iriawan di Kantor PSSI, Jakarta.
Menurut Iriawan, Shin Tae-yong tetap berkomitmen melatih tim nasional Indonesia baik U-19, U-23 dan senior seperti kesepakatan awal ketika juru taktik asal Korea Selatan itu dikontrak oleh PSSI. Shin berjanji akan menyusun perubahan roadmap terbaru dalam satu sampai dua hari ke depan. Setelah roadmap itu diserahkan ke PSSI, Iriawan menyebut pihaknya minta Shin semua asisten pelatih timnas yang kini berada di Korea Selatan agar kembali ke Indonesia pada awal Juli 2020. (Detik/Antara)