INOVASI USAHA PELAKU EO Dari Memasarkan Event ke Berjualan Buah

Wahyu Prakoso

Jamila 21, bersama Okta, Toro, Rika, menunggu pesanan buah atau sayur dari pelanggan di lantai II Pasar Gede, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Solo, Minggu (28/6) pukul 10.00 WIB.
Sekitar 10 menit berselang, satu pelanggan dari Kelurahan Nusukan memesan buah melalui aplikasi perpesanan. Bergegas mereka berbagi tugas, masing-masing Jamila dan Rika membuat nota dan melakukan pembukuan, Toro mengemas buah lalu memasukkan buah pada boks, Okta mengantar ke rumah pelanggan.
Mereka hampir tiga bulan ini menyediakan layanan pembelian buah dan sayur secara daring. Mereka yang tergabung bakulbuah.id melayani pembelian buah warga Solo dan kawasan penyangga Solo setiap hari mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB.
Jamila, Okta, Toro, dan Rika merupakan pekerja perusahaan event organizer (EO). Mereka bergabung dengan bakulbuah.id karena tidak mendapatkan pekerjaan dari EO akibat pandemi Covid-19.
Bersambung ke Hal. 2 Kol. 1
“Sempat sepi job karena pembatalan acara. Tapi untuk sementara diminta bekerja di sini. Alhamdulilah penghasilan sama saja,” katanya Jamila kepada Koran Solo.
Hal yang sama dialami, Toro, 51, yang bertahun-tahun mengelola berbagai acara harus memasarkan buah dan sayuran di Pasar Gede. Sejumlah pelonggaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo belum mampu menggerakkan roda ekonomi EO Kota Solo.
“Semua event berhenti. Daripada menganggur, kami mencoba bakul buah untuk sementara waktu. Sekarang ini yang berjalan baru event virtual,” paparnya.
Owner bakulbuah.id, Antok Boni Trisnanto, memilih usaha tersebut untuk bertahan kala pandemi Covid-19 karena memiliki jaringan pedagang buah Pasar Gede. Selain memberdayakan karyawan EO, ia ingin membantu para pedagang Pasar Gede yang mengalami penurunan omzet akibat pengunjung pasar menurun awal pandemi Covid-19.
”Kami membantu dengan sistem pengiriman online. Ada pesanan, kami mengambil buah atau sayur milik pedagang untuk diantarkan ke rumah pelanggan. Kami membantu pedagang pasar untuk tetap berjualan. Kondisi pasar sepi, orang takut ke pasar,” katanya.
bakulbuah.id memberdayakan 10 pekerja EO yang terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 dengan sistem kerja secara sif. Mereka menyediakan layanan gratis ongkos kirim untuk jangkauan 10 kilometer dari Pasar Gede.
Buah dan sayur dijual dengan kemasan 100 gram hingga 1.050 gram, antara lain cabai rawit merah 250 gram dijual Rp7.500, alpukat mentega Rp50.000 per kilogram, dan jambu biji merah Rp15.000 per kilogram.