PEMULIHAN SEKTOR PARIWISATA DI TENGAH PANDEMI Siapkan Kampanye #DiIndonesiaAja

JAKARTA—Pemerintah akan menggalakkan kampanye #DiIndonesiaAja untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata dalam negeri di tengah pandemi Covid-19.

redaksi@koransolo.co

Kampanye ini berkaca pada negara-negara lain yang mampu pulih dari Covid-19, dan kemudian fokus menggarap pasar dalam negeri terlebih dahulu. Strategi akan membidik segmentasi pasar keluarga, pasangan, wisatawan perorangan, dan pemerintah.
Begitu juga untuk mempersiapkan pasar wisatawan mancanegara, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyiapkan strategi kampanye #DreamNowTravelTomorrow. Kedua kampanye itu sebagai branding protokol Cleanliness, Health and Safety (CHS) yang telah disusun Kemenparekrat.
Sementara itu, upaya mengembalikan kepercayaan wisatawan dinilai sebagai kunci sukses yang paling efektif dalam pemulihan sektor pariwisata di tanah air.
”Indonesia mengalami lack of trust of destination dari wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik, sehingga kita harus berupaya bersama meningkatkan kepercayaan terhadap wisatawan,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya, Minggu (28/6).
Nia Niscaya saat berbicara dalam bincang bisnis daring Association of Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) bertajuk Sinergi Asita dan Pemerintah Menyikapi Kebijakan New Normal Pariwisata Indonesia mengatakan penurunan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi akibat Covid-19 sebenarnya terjadi di seluruh negara di dunia.
Di Indonesia, seiring dengan penanganan Covid-19 oleh pemerintah, sentimen dari sejumlah negara terhadap pasar Indonesia sudah mengalami pertumbuhan positif dari yang sebelumnya berada di zona merah atau di bawah 0%.
”Meski pada periode 9 Juni hingga 16 Juni 2020 berdasarkan Sprinklr Analytic [social listening tools] sentimen sejumlah negara mulai terjadi peningkatan, tapi ini jangan lantas membuat kita cukup puas. Secara umum persepsi mereka masih sekitar 50%,” kata Nia Niscaya.
Diskusi tersebut juga diikuti Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berke­lanjutan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Kosmas Harefa, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya, serta Duta Besar Indonesia untuk Laos Pratito Soeharyo.
Untuk dapat meningkatkan kembali kepercayaan wisatawan dan pariwisata nasional pada umumnya, Kemenparekraf/Baparekraf telah menyusun protokol CHS antara lain dalam bentuk video edukasi dan handbook yang ditujukan kepada para pelaku usaha parekraf.
Kemudian melakukan simulasi dan uji coba penerapan protokol sekaligus mendokumentasikan sebagai bahan untuk soft campaign dan tutorial.
Kampanye #DreamNowTravelTomorrow sebagai branding protokol CHS, akan menyampaikan pesan kepada wisman terkait protokol kesehatan dan inspiring content dan tetap menjaga komunikasi dengan partner di originasi dan destinasi untuk tetap hadir dan memberikan inspirasi di pasar.
Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya sepakat dan siap mendukung strategi yang disiapkan Kemenparekraf/Baparekraf karena pariwisata erat kaitannya dengan kepercayaan.
Ngurah mengatakan pihaknya akan mendukung dengan turut membuat konten-konten terkait penanganan Covid-19 di Indonesia dan disiarkan melalui seluruh media yang dimiliki. (Antara)