7 Perusahaan Asing Relokasi Pabrik ke Batang

BATANG–Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, mulai membuka pintu. Hingga saat ini ada tujuh perusahaan asing yang masuk ke kawasan industri itu.

redaksi@koransolo.co

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan sudah ada tujuh perusahaan asing yang masuk ke kawasan tersebut. Dia berharap perusahaan itu bisa menyerap banyak tenaga kerja lokal.
”Saya senang hari ini sudah ada yang masuk tujuh, sudah pasti ini yang tujuh,” kata Presiden Jokowi saat meninjau Kawasan Industri Terpadu di Batang dilihat dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (30/6).
Selain itu, ada 17 perusahaan yang sudah menunjukkan komitmennya untuk masih ke Kawasan Industri Terpadu Batang. Prosesnya, kata Jokowi sudah hampir 100%.
Sebanyak 17 perusahaan yang berniat relokasi ke Indonesia itu ditaksir total investasinya mencapai US$37 miliar. Mereka diperkirakan bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 112.000 orang.
Kawasan industri Batang yang menggunakan lahan PTPN dengan total seluas 4.300 hektare, secepatnya dibangun. Bahkan, tahap pertama kawasan industri Batang ditargetkan siap dibangun pada 2021.
”Untuk tahap pertama sudah masuk kawasan RTRW itu 450 hektare, itu kami bangun dulu. Kami bentuk masterplan satu kesatuan khusus 4.000 hektare,” kata Direktur Utama PTPN III Holding, Mohammad Abdul Ghani.
”Pak Presiden mintanya yang 450 hektare awal tahun depan sudah siap untuk dibangun. Makanya kami kerja keras,” tambah Abdul Ghani.
Menurut Abdul Ghani, kawasan industri di Batang tersebut mempunyai kelebihan di antaranya tidak ada pembebasan lahan karena milik PTPN IX.
”Kelebihan Batang ini, tanah enggak ada pembebasan, kami di PTPN juga mendorong bagaimana kawasan ini kompetitif terhadap kompetitor global sepeti Vietnam Kamboja kita harus bisa berikan fasilitas yang lebih kompetitif, harga lebih murah dan UMR di sini termasuk lebih murah, kolaborasi,” jelasnya.
Selain itu, lokasinya juga strategis yakni di dekat jalan tol, dekat jalan pantura, dilewati kereta api dan laut.
”Lautnya dalam, kalau dibuat, kedalaman 15 meter bisa buat kapal 30.000 GWT,” katanya. (Detik)