Bakti TNI Menyasar Desa Baleharjo

SRAGEN—TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-108 Tahun 2020 resmi dibuka di Balai Desa Baleharjo, Sukodono, Sragen, Selasa (30/6). Selain TNI, acara pembukaan TMMD dihadiri Bupati Sragen dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Kapolres AKBP Raphael Sandhi Cahya Priambodo S.I.K dan sejumlah intansi terkait.
Danrem 074/Warastratama, Kolonel (Inf) Rano Maxim Adolf Tilaar SE mengatakan kegiatan TMMD menyasar dua hal yaitu fisik dan nonfisik. Sasaran fisik berupa pengecoran jalan, pembangunan talut dan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai tambahan serta pembuatan jamban.
Sementara nonfisik adalah memberikan pemahaman soal wawasan kebangsaan, penyuluhan kepada masyarakat, penyuluhan masalah Covid-19, penyuluhan pertanian, penyuluhan ini berkoordinasi dengan kepolisian, kementerian agama, serta Pemkab setempat. ”Sasaran nonfisik salah satu upaya kita mencegah masuknya paham atau ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan ini merupakan TMMD tahun anggaran 2020 di wilayah Kodim 0725 Sragen. Dengan program ini kita bisa membangun kebersamaan dengan orientasi pembangunan untuk masyarakat, sebab TNI dari rakyat dan untuk rakyat,” jelas Danrem saat memberikan sambutan seperti dikutip dari rilisnya.
Dalam kesempatan itu, Danrem mengapresiasi Bupati Sragen yang responsif dengan kegiatan yang digelar TNI tersebut. “Apa yang kita laksanakan pada hari ini sangat berkait dengan pembinaan teritorial. Jadi saya sangat mengapresiasi pemerintah daerah terutama Kabupaten Sragen yang dipimpin oleh Ibu Bupati yang sangat responsif, mengingat kalau yang namanya reposisi pindah tempat pelaksanaan TMMD itu biasanya banyak kepala daerah yang menolak, karena statusnya itu harus menghibahkan proyek,” lanjutnya.
Sementara, Dandim 0725/Sragen, Letkol Kav. Luluk Setyanto M.P.M dalam keterangannya mengatakan, lokasi yang dijadikan sasaran TMMD Ke-108 adalah Desa Baleharjo, Sukodono. Untuk sasaran pembangunan fisik, dibagi menjadi dua yaitu sasaran pokok dan sasaran tambahan. ”Salah satu sasaran pembangunan fisiknya yaitu membangun jalan penghubung antardesa yang terhubung dengan Desa Gebang,” ujar Dandim.
Dandim menambahkan, untuk pembuatan talut dan pengecoran blok jalan sepanjang 947 meter, cor jalan dua jalur sepanjang 214 meter. ”Sementara untuk sasaran tambahan yaitu rehab RTLH sebanyak 8 unit, pembuatan jamban sebanyak 12 unit,” kata Luluk.
Sementara sasaran pembangunan nonfisik yang dilaksanakan di antaranya penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan bahaya terorisme, narkoba dan masih banyak lagi. ”Semua kita koordinasikan dengan lintas sektoral, baik dengan Pemda maupun dengan Kepolisian. Ada juga berbagai penyuluhan yang akan dilaksanakan, seperti penyuluhan bela negara, tentang Covid 19, kesehatan, pertanian, hukum serta penyuluhan lainnya yang diperuntukan bagi pelajar dan orang dewasa di lokasi TMMD,” ujar Dandim.
Sedangkan Bupati Sragen dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan Desa Baleharjo termasuk desa tertinggal di Kecamatan Sukodono. Ia berharap TMMD bisa menumbuhkan ekonomi dan perbaikan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat. ”Infrastruktur merupakan urat nadi perekonomian dan setiap kami membangun sesuatu itu tidak akan dilihat atau dilirik oleh masyarakat dan dirasakan manfaatnya. Tetapi kalau membangun jalan sudah pasti masyarakat akan merasa senang dan itu pula yang kami tanyakan kepada masyarakat,” papar Bupati. (Abu Nadhif/*)