Iuran JKN Mandiri Naik 1 Juli

JAKARTA—Pemerintah menaikkan premi iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri atau peserta bukan penerima upah (PBPU) mulai 1 Juli 2020.

Wibi Pangestu Utama
redaksi@koransolo.co

Merespons kebijakan tersebut, sebanyak 2,3 juta peserta memilih untuk turun kelas sejak Desember 2019 hingga Mei 2020.
Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Wahyuddin Bagenda menjelaskan pada Rabu ini ada kenaikan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal tersebut sesuai dengan perintah Peraturan Presiden (Perpres) No. 64/2020 tentang Jaminan Kesehatan.
Dia menjelaskan peserta yang merasa keberatan dengan kenaikan iuran tersebut bisa melakukan penurunan kelas. Selain itu, BPJS Kesehatan mempersilakan peserta yang hendak naik kelas kepesertaannya untuk memperoleh kenyaman perawatan.
”Penyesuaian iuran memang akan diberlakukan pada 1 Juli 2020. Iurannya tidak ada perubahan [sesuai yang diatur Perpres No. 64/2020], tapi kalau ada peserta yang tidak mampu dan turun kelas, kami sudah punya kebijakan, jadi silakan dimanfaatkan dengan mudah,” ujar Wahyuddin, Selasa (30/6).
Awalnya, pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri pada 1 Januari 2020. Kebijakan ini dibatalkan oleh Mahkamah Agung. Kemudian pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden No. 64/2020 untuk menaikkan iuran khususnya untuk peserta kelas I dan II. Iuran peserta mandiri kelas I naik dari Rp80.000 menjadi Rp150.000, kelas II naik dari Rp51.000 menjadi Rp100. 000. Sedangkan peserta Kelas III cukup membayar Rp25.500 karena terdapat subsidi Rp16.500, lalu mulai Januari 2021 peserta harus membayar Rp35.000 dan subsidinya menjadi senilai Rp7.000.
Sebelumnya, BPJS Kesehatan memproyeksikan maksimal 15% peserta mandiri akan turun kelas kepesertaan hingga akhir 2020. Hal tersebut merupakan dampak dari pandemi Covid-19 dan adanya penyesuaian iuran yang berlaku 1 Juli.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menjelaskan terdapat 2,3 juta peserta mandiri turun kelas pada Desember 2019–Mei 2020. Jumlah tersebut mencakup 7,54% dari total 30,68 juta peserta mandiri.
Diperkirakan jumlah peserta mandiri yang akan turun kelas pada akhir 2020 akan mencapai 4,6 juta orang. (JIBI)